Danantara Siapkan Bos Baru PT Pos Indonesia, Dugaan Rekayasa Keuangan Masih Diaudit

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 03 Jul 2026, 15:34 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Badan Pengelola Investasi atau BPI Danantara akhirnya buka suara mengenai pengunduran diri Direktur Utama PT Pos Indonesia, Daud Joseph. Danantara menyebut keputusan tersebut diambil setelah proses evaluasi menyeluruh terhadap kondisi perusahaan.

Managing Director Stakeholders Management and Communications Danantara, Rohan Hafas, mengatakan Daud mendapat mandat selama kurang lebih tiga bulan untuk melakukan due diligence terhadap aspek keuangan, operasional, tata kelola, hingga struktur organisasi PT Pos Indonesia. Pengunduran dirinya sendiri telah diterima Danantara pada 29 Juni 2026.

Dari hasil asesmen tersebut, Daud menilai PT Pos Indonesia membutuhkan perubahan yang bersifat fundamental. Menurut Rohan, transformasi lanjutan memerlukan pemimpin dengan keahlian yang lebih spesifik agar proses pembenahan dapat berjalan optimal.

Danantara menghormati keputusan tersebut dan memastikan proses pencarian direktur utama baru segera dilakukan. Langkah itu dinilai penting agar agenda restrukturisasi perusahaan tidak terhambat.

Dalam evaluasinya, Danantara juga menemukan berbagai persoalan yang telah membebani PT Pos Indonesia selama bertahun tahun. Temuan tersebut mencakup masalah keuangan, operasional, hingga tata kelola perusahaan.

Selain itu, terdapat indikasi penyimpangan berupa dugaan rekayasa keuangan yang kini masih menjalani proses audit dan investigasi sesuai ketentuan. Danantara menegaskan seluruh persoalan akan ditangani secara profesional dan tidak memberi ruang bagi praktik yang merusak tata kelola perusahaan.

Sebelumnya, PT Pos Indonesia mengumumkan Daud Joseph mengundurkan diri dari jabatan Direktur Utama pada 2 Juli 2026. Corporate Secretary PT Pos Indonesia, Iwan Gunawan, menyatakan keputusan tersebut merupakan keinginan pribadi Daud. Sementara itu, Danantara menegaskan fokus utama saat ini adalah menyelesaikan restrukturisasi dan mengembalikan PT Pos Indonesia menjadi perusahaan yang sehat serta akuntabel.