Dasco Nilai Kerja Sama BI–China Dapat Perkuat Stabilitas Rupiah pada 2026

Oleh Hidayat Taufik pada 14 Jun 2026, 16:43 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com — Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengapresiasi langkah terbaru Bank Indonesia untuk memperkuat nilai tukar rupiah. Langkah itu dilakukan melalui kerja sama dengan bank sentral China.

Bank Indonesia dan People's Bank of China menandatangani kesepakatan Bilateral Currency Swap Arrangement (BCSA) di Shanghai pada 11 Juni 2026. Melalui kerja sama ini, kedua negara memperluas dukungan terhadap transaksi lintas batas.

Selain itu, kedua pihak menyepakati perluasan penggunaan Local Currency Transaction (LCT) hingga mencakup Hong Kong. Kebijakan tersebut membuka ruang penggunaan mata uang lokal dalam aktivitas ekonomi.

Menurut Dasco, kesepakatan ini memberi alternatif transaksi bagi pelaku usaha. Karena itu, transaksi antara Indonesia, China, dan Hong Kong dapat memakai rupiah atau renminbi tanpa bergantung pada dolar Amerika Serikat.

Ia juga menyoroti kerja sama pembayaran digital lintas negara melalui QRIS. Sistem tersebut diharapkan mempermudah aktivitas transaksi antara pelaku usaha di Indonesia dan China.

Sementara itu, penggunaan LCT dinilai dapat mendukung perdagangan bilateral. Mekanisme tersebut membuka peluang transaksi ekspor dan impor menggunakan mata uang lokal.

Dasco menilai langkah Bank Indonesia menjadi bagian dari strategi menjaga stabilitas rupiah. Selain mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS, kebijakan itu juga diharapkan memperkuat ekosistem transaksi regional.

Meski begitu, implementasi kebijakan tetap memerlukan kesiapan sistem pembayaran dan dukungan pelaku industri agar manfaatnya dapat berjalan optimal.