Di Balik Santunan Rp562 Juta, Ada Amanah 700 Murid

Oleh Rizki Meirino pada 21 Aug 2026, 14:41 WIB

Kisah Auzar menerima manfaat perlindungan asuransi jiwa syariah Rp562 juta setelah keponakannya meninggal dan membantu menjaga keberlangsungan yayasan bagi 700 murid.

JAKARTA, Cobisnis.com - Di usia 84 tahun, Auzar kembali memikul tanggung jawab besar setelah keponakan satu-satunya meninggal dunia akibat kecelakaan pada 2026. Kepergian tersebut membuat Auzar harus melanjutkan pengelolaan yayasan pendidikan di Bandung yang selama ini mereka kelola bersama dan menaungi sekitar 700 murid.

Selama bertahun-tahun, sang keponakan menangani operasional dan keuangan yayasan, sementara Auzar mendampingi kegiatan pendidikan. Kehilangan tersebut sempat membuat Auzar khawatir tidak mampu meneruskan amanah yang telah mereka bangun bersama.

Namun, jauh sebelum musibah terjadi, sang keponakan ternyata telah menyiapkan perlindungan untuk orang-orang yang ditinggalkannya. Pada Oktober 2025, sebagai nasabah Bank Syariah Indonesia (BSI), ia memperoleh perlindungan asuransi jiwa syariah dari Prudential Syariah melalui proses referral BSI dan menunjuk Auzar sebagai penerima manfaat.

"Saya baru tahu kalau ternyata keponakan saya sudah memikirkan semua ini sejak lama. Dia khawatir kalau suatu saat dirinya meninggal, saya akan kebingungan, apalagi selama ini dia yang mengatur keuangan yayasan. Saya sudah tua, tapi saya tetap ingin menjaga amanah yang ditinggalkannya," ujar Auzar.

Setelah proses pemakaman, Auzar mengurus pencairan manfaat dengan melengkapi dokumen yang dibutuhkan. Setelah proses berjalan sesuai ketentuan, ia menerima manfaat dan santunan sebesar Rp562 juta.

Bagi Auzar, dana tersebut bukan sekadar dukungan finansial, tetapi juga memberikan ketenangan untuk melanjutkan operasional yayasan. Manfaat itu turut membantu memastikan kegiatan belajar sekitar 700 murid tetap berjalan.

"Alhamdulillah, Prudential Syariah sangat membantu saya melewati masa-masa sulit setelah saya ditinggal keponakan. Saya hanya tinggal menyiapkan dokumen yang dibutuhkan. Saya didampingi dari awal sampai akhir, prosesnya juga mudah dan sangat transparan," ujar Auzar.

Ia mengatakan manfaat perlindungan tersebut dirasakan tidak hanya oleh dirinya, tetapi juga oleh anak-anak yang berada di bawah naungan yayasan.

"Yang saya syukuri, manfaat ini tidak hanya membantu saya secara pribadi, tetapi juga anak-anak di yayasan. Kegiatan belajar tetap berjalan. Jadi perlindungan ini benar-benar menyentuh banyak orang, bukan hanya keluarga yang ditinggalkan," ujar Auzar.

Chief Customer & Marketing Officer Prudential Syariah Vivin Gautama mengatakan perlindungan yang disiapkan sejak dini dapat menjadi bentuk kepedulian bagi keluarga dan orang-orang yang ditinggalkan.

"Tugas kami adalah memastikan janji seperti itu benar-benar sampai. Ketika seseorang menyiapkan perlindungan bagi yang nomor satu di hatinya, di situlah kami hadir — melindungi yang paling berarti bagi kamu, agar setiap janji bisa jadi nyata."

Bagi Auzar, pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa perlindungan bukan hanya tentang menghadapi risiko, tetapi juga menjaga orang-orang yang dicintai ketika seseorang sudah tidak lagi bersama mereka. Melalui prinsip tolong-menolong (ta'awun) dalam dana tabarru', manfaat yang diterima menjadi bentuk kepedulian yang membantu keluarga dan pihak yang ditinggalkan.

Kini, ketika melihat aktivitas yayasan tetap berjalan, Auzar merasa tengah menunaikan amanah yang dipercayakan kepadanya.

"Saya berharap kisah saya bisa menjadi pengingat bahwa musibah dapat datang kapan saja. Perlindungan yang dipersiapkan sejak dini bukan hanya memberikan ketenangan bagi diri sendiri, tetapi juga menjadi bentuk kasih sayang kepada keluarga dan orang-orang yang kita tinggalkan," tutup Auzar.