JAKARTA, Cobisnis.com – Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meminta masyarakat tetap tenang dan menggunakan BBM secara bijak di tengah ketidakpastian global akibat konflik Timur Tengah.
Pemerintah menegaskan hingga saat ini belum ada kebijakan pembatasan pembelian BBM. Pasokan energi nasional disebut masih dalam kondisi aman dan terkendali.
Dalam sidak di SPBU Colomadu, Jawa Tengah, Bahlil mengingatkan bahwa BBM seharusnya digunakan sesuai kebutuhan, bukan untuk ditimbun atau disalahgunakan.
Ia mencontohkan penggunaan harian yang wajar, seperti 30 hingga 40 liter per hari untuk kendaraan tertentu, dinilai sudah cukup dan tidak perlu dilebihkan.
Bahlil juga menyoroti fenomena panic buying yang mulai terlihat di beberapa daerah. Ia menegaskan tindakan tersebut justru berpotensi mengganggu distribusi dan ketersediaan BBM.
Selain itu, praktik pembelian dalam jumlah besar untuk kemudian dijual kembali juga menjadi perhatian pemerintah. Aktivitas tersebut dinilai merugikan masyarakat luas.
Menurutnya, SPBU bukan tempat untuk kepentingan industri ilegal atau penimbunan. Penggunaan BBM harus sesuai fungsi dan kebutuhan riil.
Pemerintah akan terus melakukan pemantauan langsung di lapangan guna memastikan distribusi BBM tetap berjalan normal dan tidak disalahgunakan.
Situasi geopolitik global, termasuk ketegangan di Timur Tengah, memang memberi tekanan pada sektor energi. Namun, pemerintah berupaya menjaga stabilitas pasokan dalam negeri.
Bahlil menegaskan bahwa kunci menghadapi kondisi ini adalah kesadaran kolektif masyarakat untuk tidak berlebihan dalam konsumsi energi.
Ia berharap masyarakat tetap rasional dalam membeli BBM dan tidak terprovokasi isu yang belum tentu benar. Stabilitas pasokan sangat bergantung pada perilaku konsumsi publik.