Dieselindo Terima Program Offset Kemhan dan Fincantieri untuk Perkuat Industri Pertahanan

Oleh Rahmat Herlambang pada 24 Jun 2026, 15:49 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Dieselindo Utama Nusa resmi menerima penyerahan program offset dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dan Fincantieri. Program tersebut mencakup Mockup Diesel Generator, Special Tools, serta Technical Training untuk mendukung penguatan industri pertahanan nasional.

Penyerahan dilakukan melalui Handover Ceremony yang berlangsung di Engineering Services Department PT Dieselindo Utama Nusa di Cikupa-Tigaraksa, Tangerang. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi kewajiban offset dalam pengadaan kapal perang berbasis desain FREMM antara Indonesia dan Fincantieri.

Program offset tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan industri dalam negeri melalui transfer teknologi dan penguatan kompetensi teknis. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat memperluas penguasaan teknologi strategis bagi pelaku industri nasional.

Sebagai penerima manfaat, Dieselindo melihat program ini sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Perusahaan juga menargetkan penguatan kapasitas teknis jangka panjang guna mendukung kebutuhan sektor pertahanan Indonesia.

Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan RI, Laksamana Muda TNI Sri Yanto, menyatakan bahwa program ini diarahkan untuk membangun kemampuan nasional yang berkelanjutan. Menurutnya, industri dalam negeri perlu memiliki kapasitas pemeliharaan dan dukungan teknis secara mandiri.

Sementara itu, Direktur Utama PT Dieselindo Utama Nusa, Iwan Salim, menilai kolaborasi internasional mampu memberikan dampak nyata bagi pengembangan industri pertahanan nasional. Program offset dinilai membuka peluang peningkatan kompetensi tenaga kerja sekaligus memperkuat kesiapan industri pendukung pertahanan.

Kerja sama antara Kemhan, Fincantieri, dan Dieselindo juga menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah, industri global, dan pelaku industri nasional. Melalui kemitraan tersebut, industri dalam negeri memperoleh akses terhadap pengalaman, pengetahuan, dan teknologi bertaraf internasional.

Ke depan, implementasi program offset diharapkan menghasilkan efek berkelanjutan bagi ekosistem industri pertahanan nasional. Peningkatan kualitas SDM, penguatan rantai pasok, serta penguasaan teknologi domestik menjadi fondasi penting menuju kemandirian pertahanan Indonesia.