Saham AI Anjlok, Bursa Korea Selatan Merosot 10 Persen pada 2026

Oleh Zahra Zahwa pada 24 Jun 2026, 17:48 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Aksi jual saham berbasis kecerdasan buatan atau AI kembali mengguncang pasar keuangan global. Akibatnya, indeks saham utama di Amerika Serikat dan Korea Selatan mencatat penurunan tajam.

Indeks Nasdaq yang didominasi saham teknologi turun 2,21 persen pada perdagangan Selasa. Sementara itu, indeks S&P 500 melemah 1,44 persen. Di sisi lain, indeks Dow Jones hanya turun sekitar 0,1 persen karena memiliki eksposur teknologi yang lebih rendah.

Penurunan tersebut terjadi setelah tekanan besar lebih dulu melanda pasar Asia. Indeks Kospi di Korea Selatan anjlok 10 persen dan memicu penghentian perdagangan sementara selama 20 menit. Aksi jual besar terjadi pada saham perusahaan chip memori terkemuka.

Saham SK Hynix dan Samsung Electronics masing-masing turun lebih dari 12 persen. Karena kedua perusahaan memiliki bobot besar di Kospi, tekanan tersebut menyeret pasar Korea Selatan lebih dalam.

Ekonom senior Capital Economics, James Reilly, menilai volatilitas saham teknologi terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Menurutnya, kondisi itu dapat menjadi tanda bahwa reli sektor teknologi mulai kehilangan momentum.

Sementara itu, tekanan di pasar Amerika Serikat juga berlanjut setelah Nasdaq melemah pada awal pekan. Sebagian investor diduga mengambil keuntungan setelah saham AI mencatat kenaikan kuat dalam beberapa bulan terakhir.

Di sisi lain, kekhawatiran pasar juga muncul setelah saham Google melemah pada perdagangan sebelumnya. Namun, saham Google hanya turun kurang dari 1 persen pada Selasa.

Sementara itu, saham SpaceX berhasil menguat sekitar 1 persen setelah bergerak sangat fluktuatif. Saham Nvidia turun sekitar 4 persen dan menjadi salah satu beban terbesar bagi pasar.

Karena itu, investor kini mencermati apakah koreksi saham AI hanya bersifat sementara atau menandai perubahan tren yang lebih besar.