JAKARTA, Cobisnis.com – Sejumlah dokter spesialis di RSUD Mgr. Gabriel Manek Atambua, Kabupaten Belu, menghentikan sementara aktivitas pelayanan sejak Selasa (7/4/2026). Kondisi ini menyebabkan terganggunya layanan kesehatan di rumah sakit rujukan utama tersebut.
Aksi tersebut diduga dipicu oleh permasalahan insentif yang belum terselesaikan serta adanya perubahan kebijakan tunjangan yang dinilai tidak sesuai oleh para dokter spesialis.
Dampaknya, beberapa poli spesialis tidak dapat beroperasi sehingga pemeriksaan pasien terhenti untuk sementara waktu.
Pasien yang sudah datang sejak pagi hari terpaksa menunggu kepastian pelayanan, bahkan sebagian diminta untuk kembali di lain waktu. Sejumlah pasien juga dialihkan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk mendapatkan penanganan awal.
Situasi ini menimbulkan kekecewaan dari pasien dan keluarga karena jadwal kontrol serta pengobatan mereka menjadi tertunda. Selain itu, terjadi penumpukan pasien di beberapa titik layanan rumah sakit.
Seorang anggota DPRD Belu yang juga tengah menjalani perawatan menilai bahwa permasalahan internal seharusnya tidak sampai mengganggu pelayanan publik. Ia menegaskan bahwa layanan kesehatan tetap harus menjadi prioritas karena berkaitan dengan keselamatan masyarakat.
Ia juga meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah penyelesaian agar persoalan insentif dapat diselesaikan dan pelayanan kesehatan di RSUD Atambua kembali berjalan normal tanpa merugikan pasien.