JAKARTA, Cobisnis.com - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan evaluasi tambang ilegal di seluruh Indonesia. Ia juga meminta tindakan tegas tanpa kompromi.
Arahan itu ia sampaikan dalam taklimat di Istana Kepresidenan, Rabu (8/4/2026). Saat itu, ia berbicara di hadapan jajaran Kabinet Merah Putih dan pejabat kementerian/lembaga.
Selain itu, Prabowo secara khusus menginstruksikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, untuk segera menindaklanjuti persoalan tersebut.
Sebelumnya, Prabowo menerima laporan terkait ratusan Izin Usaha Pertambangan (IUP) bermasalah. Lokasi tambang tersebut berada di kawasan hutan lindung yang seharusnya dilindungi.
Kemudian, ia melakukan verifikasi bersama Kementerian Kehutanan. Hasilnya, sejumlah tambang tersebut juga belum mengantongi izin penebangan kayu.
Karena itu, Prabowo meminta evaluasi menyeluruh segera dilakukan. Ia bahkan menegaskan izin yang tidak jelas harus dicabut tanpa pengecualian.
Lebih lanjut, ia menilai pemerintah tidak punya waktu untuk bersikap lunak. Menurutnya, penertiban harus dilakukan secara cepat dan tegas.
Selain itu, Prabowo menolak adanya perlindungan bagi pihak tertentu. Ia menegaskan tidak ada tempat bagi kepentingan pribadi, kelompok, maupun relasi.
Menurutnya, kepentingan nasional harus menjadi prioritas utama. Pada saat yang sama, pemerintah juga harus melindungi kepentingan rakyat.
Oleh sebab itu, pemerintah akan menata sektor pertambangan secara menyeluruh. Langkah ini diambil agar tidak merugikan negara serta mencegah kerusakan lingkungan.