Dugaan Cuci Uang Rp5,5 Triliun Seret Federasi Argentina, Belum Ada Dakwaan Resmi

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 09 Jul 2026, 10:45 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Federasi Sepak Bola Argentina atau AFA menjadi sorotan setelah dilaporkan masuk dalam penyelidikan FBI dan jaksa federal Amerika Serikat. Investigasi berkaitan dengan dugaan pencucian uang dan penipuan bank melalui transaksi senilai lebih dari 300 juta dollar AS atau sekitar Rp5,5 triliun.

Laporan menyebut penyelidikan dilakukan oleh jaksa federal di Florida Selatan. Fokus pemeriksaan mengarah pada aliran dana AFA yang melewati perusahaan TourProdEnter LLC yang berbasis di Florida.

Perusahaan tersebut diketahui menangani berbagai aktivitas komersial AFA di Amerika Serikat. Kegiatannya meliputi pengelolaan pendapatan sponsor hingga hak siar dan hak media.

Sejumlah transaksi disebut mengalir melalui beberapa bank besar di Amerika Serikat. Di antaranya Citibank, Bank of America, JPMorgan, dan PNC Bank.

Meski menjadi perhatian publik, proses hukum masih berada pada tahap awal. Hingga saat ini belum ada dakwaan resmi, penangkapan, maupun pernyataan bahwa AFA terbukti melakukan pelanggaran hukum.

Nama Presiden AFA Claudio Chiqui Tapia juga ikut menjadi sorotan dalam berbagai laporan. Namun belum ada tuduhan pidana yang secara resmi ditujukan kepada Tapia secara pribadi.

Kasus ini mencuat ketika Timnas Argentina masih berlaga di Piala Dunia 2026 sebagai juara bertahan. Momentum tersebut membuat pemberitaan mengenai AFA semakin mendapat perhatian dunia.

AFA sebelumnya juga pernah terseret kasus serupa. Pada Desember 2025, kepolisian Argentina menggerebek kantor federasi dan sejumlah klub dalam penyelidikan dugaan pencucian uang serta penggelapan pajak yang berkaitan dengan perusahaan Sur Finanzas.

Kabar penyelidikan FBI langsung ramai diperbincangkan di media sosial. Warganet menyoroti nilai transaksi yang sangat besar, sementara sebagian lainnya mengaitkan isu tersebut dengan persaingan di Piala Dunia 2026.

Meski berbagai spekulasi bermunculan, proses penyelidikan masih berlangsung. Hasil investigasi nantinya akan menentukan apakah terdapat bukti yang cukup untuk membawa perkara ini ke tahap hukum berikutnya.