Jamkrindo

Dulu Mahal, Sekarang Murah: Musang King Turun Lebih 60 Persen

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 06 Jan 2026, 10:17 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Harga durian Musang King mengalami penurunan drastis hingga menyentuh level terendah dalam satu dekade terakhir. Fenomena ini dikenal luas sebagai “tsunami durian” karena turunnya harga terjadi sangat cepat dan masif.

Durian Musang King selama ini dikenal sebagai komoditas premium asal Malaysia. Di pasar regional, termasuk Indonesia, harganya kerap menembus lebih dari Rp 100 ribu per kilogram dan identik dengan segmen menengah atas.

Namun situasi berubah drastis pada akhir 2025. Harga Musang King di Malaysia dilaporkan turun hingga sekitar RM10 per kilogram atau setara Rp 41.000, jauh di bawah harga normal yang biasa diterima petani.

Data menunjukkan, pada November 2025 harga masih berada di kisaran RM20 per kilogram atau sekitar Rp 82.000. Artinya, penurunan harga mencapai lebih dari 60 persen hanya dalam waktu satu bulan.

Kondisi ini memberikan tekanan besar bagi petani durian. Banyak pelaku usaha kebun mengaku margin keuntungan sudah menipis sejak harga di level RM20 per kilogram, sehingga penurunan lanjutan memicu kerugian nyata.

Sejumlah petani menyebut situasi ini sebagai yang terburuk sepanjang mereka berkecimpung di industri durian. Petani penyewa lahan dan pemilik modal besar menjadi kelompok paling terdampak.

Penyebab utama anjloknya harga berasal dari melemahnya permintaan ekspor, khususnya dari pasar China. Di saat bersamaan, pasokan durian di pasar domestik justru melimpah akibat musim panen.

Kondisi ini menunjukkan kerentanan sektor pertanian terhadap fluktuasi pasar global. Ketergantungan pada ekspor membuat harga di tingkat petani sangat sensitif terhadap perubahan permintaan luar negeri.

Bagi konsumen, situasi ini justru menjadi peluang. Musang King kini lebih mudah diakses oleh masyarakat luas dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Pelaku industri berharap penurunan harga ini bersifat sementara. Stabilitas pasar diharapkan kembali tercapai setelah puncak panen berlalu dan permintaan ekspor kembali pulih.