Ekspor Nonmigas Capai US$77,69 Miliar, Industri Pengolahan Jadi Penopang

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 05 Nov 2026, 14:00 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Kinerja ekspor nonmigas Indonesia mencatat pertumbuhan positif pada triwulan III 2026. Nilainya mencapai US$77,69 miliar, tumbuh 8,81% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor nonmigas menyumbang 96,60% dari total ekspor nasional selama triwulan III 2026 yang mencapai US$80,42 miliar. Khusus September 2026, nilai ekspor nonmigas tercatat sebesar US$26,64 miliar.

Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, kinerja ekspor nonmigas menjadi salah satu penopang neraca perdagangan Indonesia. Kondisi tersebut turut mendukung surplus perdagangan selama tiga bulan berturut-turut sejak Juli hingga September 2026.

"Kinerja ekspor nonmigas pada triwulan III-2026 sangat kuat dan mampu menopang neraca perdagangan secara keseluruhan. Sepanjang periode ini, ekspor nonmigas mampu tumbuh hingga 8,81% dibanding triwulan III tahun lalu," kata Amalia di Jakarta, Senin (2/11/2026).

Dari sisi sektor, industri pengolahan menjadi kontributor utama pertumbuhan ekspor nonmigas. Nilai ekspor sektor ini mencapai US$67,33 miliar atau meningkat 11,71% dibandingkan triwulan III 2025.

Sementara itu, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan serta sektor pertambangan mengalami kontraksi. Meski demikian, penguatan industri pengolahan mampu menopang kinerja ekspor nonmigas secara keseluruhan.

Sejumlah komoditas juga mencatat pertumbuhan ekspor yang tinggi. Minyak kelapa sawit menjadi salah satu penyumbang utama dengan nilai ekspor US$10,10 miliar, naik 26,09% secara tahunan.

Tiongkok menjadi pasar terbesar untuk ekspor minyak kelapa sawit Indonesia dengan nilai US$1,86 miliar, meningkat 63,14%. Berikutnya Pakistan dengan US$1,15 miliar atau naik 34,77%, serta Mesir sebesar US$525,58 juta atau tumbuh 85,61%.

Komoditas lain yang mencatat peningkatan signifikan adalah tembaga dengan nilai ekspor US$1,87 miliar, naik 123,32%. Ekspor kimia dasar anorganik lainnya mencapai US$1,17 miliar atau tumbuh 144,02%.

Aluminium juga mencatat pertumbuhan tinggi. Nilai ekspornya mencapai US$1,42 miliar, meningkat 169,69% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Secara keseluruhan, kinerja ekspor nonmigas tersebut mengantarkan neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus US$7,03 miliar pada triwulan III 2026. Capaian ini terjadi meski neraca perdagangan migas masih mengalami defisit.