Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, mengatakan keberhasilan proyek tidak hanya diukur dari besarnya investasi yang ditanamkan. Menurutnya, manfaat nyata bagi masyarakat lokal menjadi indikator utama keberhasilan pembangunan tersebut.
"LNG Abadi Blok Masela adalah bukti bahwa pembangunan Indonesia tidak hanya berpusat di satu wilayah. Dari Kepulauan Tanimbar, kita sedang membangun fondasi baru bagi ketahanan energi nasional," ujar Dwi Anggia. Ia menambahkan proyek ini diharapkan memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat di Indonesia Timur.
Proyek LNG Abadi Blok Masela resmi dimulai pada 16 Juli 2026 dengan nilai investasi sekitar US$20,9 miliar atau sekitar Rp340 triliun. Setelah beroperasi, fasilitas tersebut diproyeksikan mampu memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun, 150 juta kaki kubik gas pipa per hari, serta 35.000 barel kondensat setiap hari.
Pemerintah juga menetapkan sedikitnya 60 persen produksi LNG akan dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan domestik. Pasokan tersebut akan dimanfaatkan untuk industri pupuk, pembangkit listrik, dan berbagai sektor strategis guna memperkuat ketahanan energi nasional.
Selain memperkuat pasokan energi, proyek ini mengintegrasikan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) sejak tahap produksi. Penerapan teknologi tersebut diharapkan mampu menekan emisi karbon sekaligus mendukung target transisi energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Dari sisi ekonomi, pembangunan LNG Abadi Masela diperkirakan mampu menyerap hingga 12.000 tenaga kerja pada masa konstruksi. Pemerintah juga menyiapkan berbagai program pendidikan dan pelatihan vokasi agar masyarakat Kepulauan Tanimbar dapat berpartisipasi dalam pengembangan industri energi di daerahnya.
Kementerian ESDM berharap proyek LNG Abadi Masela menjadi salah satu pilar utama dalam mewujudkan kedaulatan energi nasional sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan dari Indonesia Timur. Kombinasi investasi besar, teknologi rendah emisi, dan penciptaan lapangan kerja diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan perekonomian nasional.