JAKARTA, Cobisnis.com - Perum Bulog mengusulkan penggunaan beras premium yang diperkaya vitamin dan mineral sebagai bahan baku program Makan Bergizi Gratis atau MBG. Usulan tersebut akan dibahas dalam rapat koordinasi terbatas di Kementerian Koordinator Bidang Pangan.
Langkah itu menjadi alternatif pasokan beras setelah dapur MBG tidak lagi diperbolehkan menggunakan beras subsidi Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan atau SPHP. Kebijakan tersebut sebelumnya telah ditegaskan oleh Badan Gizi Nasional.
Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan usulan tersebut merupakan bentuk dukungan Bulog terhadap pelaksanaan program MBG. Beras yang disiapkan bukan beras subsidi, melainkan beras premium khusus dengan tambahan zat gizi.
Menurut Rizal, produk tersebut dirancang untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi penerima manfaat MBG. Kandungan vitamin dan mineral di dalamnya diharapkan melengkapi gizi dari lauk pauk yang disajikan.
Berdasarkan konsep yang diperkenalkan Bulog, beras tersebut diberi nama Beras Bergizi Premium untuk MBG. Produk itu diperkaya zat besi, asam folat, vitamin B1, B3, B6, B12, serta zinc.
Sasaran penerimanya meliputi balita, anak sekolah jenjang SD dan SMP, ibu hamil, serta kelompok penerima manfaat MBG lainnya. Beras akan dikemas dalam ukuran 5 kilogram dan tidak diperjualbelikan secara umum.
Bulog menegaskan produk tersebut hanya disiapkan untuk mendukung program MBG. Tujuannya adalah meningkatkan kualitas asupan gizi sekaligus membantu menekan angka stunting pada anak.
Usulan tersebut saat ini masih berada pada tahap awal. Bulog baru menyampaikan konsepnya kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono.
Selanjutnya, usulan akan dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. Jika disetujui pemerintah, harga beras premium fortifikasi akan disesuaikan dengan skema pelaksanaan program MBG.