F1 Singapura Siapkan Rencana Darurat Hadapi Ancaman Kabut Asap

Oleh Desti Dwi Natasya pada 19 Aug 2026, 13:51 WIB

F1 Singapura

JAKARTA, Cobisnis.com - Pagelaran Formula 1 (F1) Grand Prix Singapura menghadapi ancaman kabut asap lintas batas dari Sumatera dan Kalimantan.

Penyelenggara Singapore GP bersama pemerintah Singapura mulai menyiapkan langkah antisipasi untuk menghadapi kemungkinan memburuknya kualitas udara.

Risiko kabut asap dinilai meningkat pada paruh kedua 2026 di tengah kondisi El Nino yang kuat dan cuaca kering yang diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa hari ke depan.

"Rencana tersebut disusun dan disempurnakan bersama para pemangku kepentingan serta lembaga pemerintah," kata juru bicara Singapore GP, dikutip dari berbagai sumber, Rabu (19/08/2026).

Jika kondisi kabut asap mengganggu jarak pandang, kesehatan masyarakat, atau operasional, penyelenggara akan berkoordinasi dengan lembaga terkait sebelum menentukan langkah terhadap pelaksanaan acara.

"Jika kabut asap menimbulkan masalah terkait jarak pandang, kesehatan masyarakat, atau operasional, Singapore GP akan bekerja sama dengan lembaga terkait sebelum mengambil keputusan bersama mengenai penyelenggaraan acara," tambahnya.

Pemerintah Singapura melalui Haze Task Force juga berkoordinasi dengan penyelenggara F1 untuk menjaga keselamatan penonton, staf, pembalap, dan kru.

Langkah antisipasi akan disesuaikan dengan tingkat Pollutant Standards Index (PSI) serta kadar PM2.5.

Saat ini, PSI Singapura masih berada pada kategori sedang dengan kisaran 51-100, meski terjadi sedikit peningkatan pada akhir pekan.

Sejumlah pengelola ruang terbuka dan penyelenggara acara di Singapura juga menyiapkan opsi pembatalan atau penundaan jika kualitas udara memburuk.

Pemerintah Singapura turut memastikan ketersediaan masker N95 bersama pelaku usaha dan peritel, termasuk Watsons Singapore dan FairPrice Group.