FBI Gerebek Kultus Tony Alamo, Tiga Saudara Ini Ceritakan Hidup Penuh Kekerasan

Oleh Zahra Zahwa pada 29 May 2026, 14:30 WIB

FILE - In this Tuesday, July 14, 2009 file photo, Evangelist Tony Alamo, center is led from the federal courthouse in downtown Texarkana Ark. The aging preacher, 75, faces up to a 175-year sentence from U.S. District Judge Harry F. Barnes when he returns to a Texarkana, Ark., federal courtroom on FridayNov. 13. A jury convicted him in July of 10 counts of taking underage girls as young as 8 across state lines for sex. (AP Photo/Texarkana Gazette, Evan Lewis) MANDATORY CREDIT, NO SALES Original Filename: Evangelist_Life_at_the_Compound_TXTEX402.jpg

JAKARTA, Cobisnis.com – Tiga saudara asal Arkansas akhirnya membagikan kisah hidup mereka setelah bertahun-tahun bungkam soal kultus Tony Alamo. Alexis Broderick, Shaina Broderick, dan Matthew Broderick tumbuh di lingkungan tertutup yang dipenuhi ketakutan dan kekerasan.

Mereka hidup di kompleks kelompok Tony Alamo Christian Ministries di Arkansas sejak kecil. Tony Alamo mengajarkan pengikutnya bahwa kiamat akan segera datang. Karena itu, para anggota percaya hanya dirinya yang bisa menyelamatkan mereka.

Selain itu, Alamo mengontrol hampir seluruh aspek kehidupan para pengikutnya. Anak-anak dipisahkan berdasarkan gender dan dilarang menikmati budaya luar.

Mereka juga tidak boleh menonton televisi bebas atau memakai internet. Matthew mengatakan para anggota percaya pemerintah sedang memburu Tony Alamo.

Karena itu, anak-anak bahkan diminta berjaga malam di sekitar kompleks. Sementara itu, Alexis mengaku Alamo mulai mempersiapkannya menjadi calon istri saat masih sangat muda.

Ia mengatakan hidup di dalam rumah Alamo terasa penuh ancaman dan pengawasan.