JAKARTA, Cobisnis.com - Fenomena api biru atau blue fire di Kawah Ijen kembali menarik perhatian publik. Sebab, video seorang pemandu wisata menyalakan api dengan korek di area kawah viral di media sosial.
Video tersebut memicu perdebatan. Banyak orang kemudian mempertanyakan apakah fenomena blue fire di Kawah Ijen mulai padam.
Dosen Petrologi, Vulkanologi, dan Geokimia ITB, Mirzam Abdurrachman menjelaskan bahwa fenomena api biru hanya muncul pada gunung api dengan kondisi geologi tertentu.
Menurut Mirzam, tidak semua gunung api memiliki kandungan sulfur atau belerang dalam jumlah besar. Karena itu, hanya sedikit lokasi yang bisa menghasilkan blue fire alami.
Ia menjelaskan bahwa kawasan bawah Kawah Ijen mengandung batuan karbonat, batu gamping, dan batu lempung kaya sulfur. Material tersebut kemudian bereaksi dengan aktivitas magma di bawah gunung.
Akibatnya, kawasan itu menghasilkan gas belerang dalam jumlah besar.
Gas belerang tersebut keluar dari perut bumi dengan suhu dan tekanan sangat tinggi. Bahkan, suhunya bisa mencapai sekitar 600 derajat Celsius.
Saat gas bertemu oksigen, gas langsung terbakar dan menghasilkan nyala api berwarna biru.
Mirzam juga mengatakan bahwa blue fire sebenarnya tetap muncul sepanjang hari. Namun, cahaya api terlihat lebih jelas pada malam hingga dini hari.
Sementara itu, cahaya matahari membuat pancaran api sulit terlihat pada siang hari.
Selain terkenal karena blue fire, Kawah Ijen juga memiliki danau kawah dengan tingkat keasaman sangat tinggi. Bahkan, tingkat pH airnya mendekati nol.
Kondisi tersebut terjadi karena tingginya kandungan sulfur di kawasan kawah.
Menurut Mirzam, fenomena blue fire akan tetap muncul selama sumber sulfur dan aktivitas magma masih aktif. Meski begitu, intensitas api bisa berubah tergantung tekanan dan suhu gas.
Ia juga mengingatkan bahwa menyalakan api menggunakan korek dapat menghilangkan unsur alami fenomena tersebut. Selain itu, kondisi itu juga berpotensi membahayakan pengunjung.
Sebab, tekanan gas yang melemah dapat memicu keluarnya gas beracun dari area kawah.