JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah Amerika Serikat mulai kembali memproses permohonan visa dan green card untuk para dokter. Keputusan ini memberi harapan bagi banyak tenaga medis asing yang bekerja di wilayah dengan kekurangan dokter.
Salah satunya adalah Dr. Faysal Alghoula, dokter paru dan perawatan intensif asal Libya. Ia menangani sekitar 1.000 pasien di Indiana, Illinois, dan Kentucky.
Namun, izin tinggalnya akan berakhir pada September 2026 jika permohonannya ditolak. Karena itu, Alghoula berharap kebijakan baru ini dapat mempercepat proses green card miliknya.
Meski begitu, ia masih merasa khawatir menghadiri wawancara imigrasi. Selain itu, jadwal wawancaranya pada Juni mendadak dibatalkan tanpa penjelasan.
Organisasi dokter dan pengacara imigrasi telah lama mendesak pemerintah untuk memberi pengecualian. Mereka menilai dokter asing sangat penting bagi layanan kesehatan di daerah terpencil. Namun, kebijakan ini tidak menjamin setiap permohonan akan disetujui.