FIFA Diterpa Ancaman Hukum, Pembayaran ke Klub Rusia Disebut Langgar Sanksi Internasional

Oleh Hidayat Taufik pada 19 Jul 2026, 08:15 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com  – FIFA menghadapi ancaman tuntutan pidana setelah hasil investigasi media Follow the Money mengungkap dugaan penyaluran dana kepada sejumlah klub sepak bola Rusia yang memiliki keterkaitan dengan individu atau perusahaan yang dikenai sanksi internasional.

Dana tersebut berasal dari Club Benefits Programme, yaitu program kompensasi bagi klub yang melepas pemainnya membela tim nasional di Piala Dunia 2022 Qatar. Dari total dana sebesar 209 juta dolar AS yang dibagikan FIFA, sekitar 1,2 juta dolar AS diterima enam klub Rusia.

Laporan investigasi menyebut lima klub, yakni Zenit St. Petersburg, Dynamo Moskow, CSKA Moskow, Rubin Kazan, dan Lokomotiv Moskow, memiliki hubungan dengan pihak yang masuk daftar sanksi internasional melalui pemilik maupun sponsor utama. Sementara pembayaran kepada FK Krasnodar dinilai tidak melanggar ketentuan sanksi.

Para ahli hukum menilai FIFA seharusnya tidak menyalurkan dana kepada entitas yang secara langsung maupun tidak langsung memberikan manfaat kepada pihak yang dikenai sanksi. Sebab, FIFA memiliki kantor di Amerika Serikat dan bermarkas di Zürich, Swiss, sehingga wajib mematuhi aturan sanksi internasional yang berlaku.

Pakar hukum Rusia, Heleen Over de Linden, menegaskan bahwa penyaluran dana kepada pihak yang terkena sanksi hanya dapat dilakukan apabila memperoleh izin dari otoritas terkait. Hingga kini, tidak ada informasi yang menunjukkan FIFA telah mengantongi izin tersebut.

Kasus ini juga memunculkan kekhawatiran menjelang Piala Dunia 2026. FIFA telah menyiapkan dana sebesar 355 juta dolar AS untuk program serupa, sehingga klub-klub Rusia berpotensi kembali mengajukan klaim kompensasi.

Menurut Over de Linden, pelanggaran terhadap aturan sanksi internasional dapat dikategorikan sebagai kejahatan serius dan berpotensi berujung pada proses pidana. Hingga saat ini, FIFA belum memberikan tanggapan resmi atas hasil investigasi tersebut.