Gempa M 5,2 Guncang Malang Pagi Ini, BMKG Beri Penjelasan

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 14 Sep 2026, 09:48 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Gempa bumi tektonik bermagnitudo 5,2 mengguncang wilayah pesisir selatan Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin, 14 September 2026 pagi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Gempa terjadi pada pukul 08.42 WIB. Episentrum berada di laut pada koordinat 9,52 Lintang Selatan dan 112,85 Bujur Timur, sekitar 156 kilometer tenggara Kabupaten Malang.

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Malang Ricko Kardoso mengatakan gempa tersebut tergolong gempa dangkal jika dilihat dari lokasi episentrum dan kedalaman hiposentrumnya.

“Gempa terpantau berada di kedalaman 10 kilometer. Hasil pemodelan dan analisis kami menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami,” ujar Ricko, Senin, 14 September.

Dengan kedalaman 10 kilometer, pusat gempa berada relatif dangkal di bawah permukaan laut. Meski demikian, hasil analisis BMKG tidak menunjukkan adanya ancaman tsunami akibat gempa tersebut.

Ricko mengimbau masyarakat di wilayah Malang dan sekitarnya tetap tenang setelah merasakan guncangan. Masyarakat juga diminta tidak terpengaruh oleh informasi yang kebenarannya tidak dapat dipertanggungjawabkan.

BMKG meminta masyarakat memastikan informasi terkait gempa hanya diperoleh melalui kanal komunikasi resmi yang telah diverifikasi. Langkah tersebut penting untuk mencegah kepanikan akibat beredarnya informasi yang tidak jelas sumbernya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa M 5,2 tersebut. Kondisi di wilayah terdampak masih menjadi perhatian setelah guncangan terjadi pada Senin pagi.

Gempa dengan episentrum di laut tersebut terjadi cukup jauh dari daratan Kabupaten Malang. Posisi pusat gempa tercatat sekitar 156 kilometer dari wilayah kabupaten tersebut.

BMKG terus menjadi rujukan utama masyarakat untuk mendapatkan informasi mengenai perkembangan gempa. Warga di Malang dan sekitarnya diimbau tetap tenang serta mengikuti informasi resmi terkait kondisi kegempaan.