Gempa M5,8 Guncang Mbay NTT, Disusul M5,0 di Ruteng

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 17 Aug 2026, 09:41 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Dua gempa tektonik kembali mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur pada Senin, 17 Agustus 2026 pagi. Kedua gempa terjadi dalam waktu berdekatan dan dipastikan tidak berpotensi tsunami.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat gempa pertama berkekuatan magnitudo 5,0 terjadi di wilayah Ruteng, Kabupaten Manggarai. Gempa berikutnya berkekuatan magnitudo 5,8 dan berpusat di timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo.

Gempa M5,8 di Mbay terjadi pada pukul 07.46 WIB dengan kedalaman 10 kilometer. Guncangannya dirasakan cukup luas di sejumlah wilayah NTT.

Di Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, dan Ngada, getaran dirasakan pada skala III hingga IV MMI. Sementara di Nagekeo dan Ende, getaran dirasakan pada skala III MMI di dalam bangunan.

Guncangan juga dirasakan di Sumba Timur pada skala III MMI. Getaran tersebut dirasakan oleh sejumlah warga yang berada di dalam rumah.

Kepala BMKG Wilayah NTT Arief Tyastama mengatakan kedua gempa masih berkaitan dengan aktivitas penyesuaian patahan batuan setelah gempa utama magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026.

Arief meminta masyarakat tetap tenang dan waspada terhadap aktivitas gempa susulan. Warga juga diminta tidak mempercayai informasi yang sumbernya tidak jelas.

"Agar masyarakat tetap tenang dan waspada. Jangan percaya dengan isu dan hoaks yang tidak jelas sumbernya. Selalu pantau informasi dari BMKG dan BPBD," ujar Arief melalui pesan WhatsApp, dikutip dari beberapa sumber, Senin (17/08/2026).

Meski tidak berpotensi tsunami, BMKG mengingatkan warga tetap memperhatikan kondisi bangunan. Guncangan berulang dapat meningkatkan risiko kerusakan pada bangunan yang sebelumnya sudah terdampak gempa.

Warga diminta memeriksa kondisi struktur rumah, terutama bagian yang mengalami retak atau kerusakan. Bangunan yang sudah rapuh sebaiknya dihindari untuk mencegah risiko keselamatan.

BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk mengikuti informasi dari kanal resmi pemerintah. Langkah tersebut diperlukan untuk menghindari informasi simpang siur terkait aktivitas gempa di NTT.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi dari pemerintah setempat mengenai kerusakan maupun kerugian akibat dua gempa tersebut.