Gencatan Senjata Buyar, Iran Serang Tiga Kapal Perusak AS di Selat Hormuz dengan Rudal dan Drone

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 08 May 2026, 11:47 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Tiga kapal perang Angkatan Laut AS diserang pasukan Iran di Selat Hormuz pada Kamis, 7 Mei 2026. Insiden ini terjadi justru saat Trump umumkan kedua negara hampir capai kesepakatan damai.

CENTCOM konfirmasi Iran luncurkan rudal, drone, dan kapal kecil ke arah kapal perang AS. Tiga kapal perusak yang jadi target adalah USS Truxtun, USS Rafael Peralta, dan USS Mason.

Seluruh serangan berhasil dicegat tanpa ada kapal yang terkena hantaman langsung. CENTCOM tegaskan tidak ada aset AS yang mengalami kerusakan.

AS lakukan serangan bela diri terhadap fasilitas militer Iran yang dianggap bertanggung jawab. Militer AS juga nyatakan tetap siaga di kawasan meski tidak inginkan eskalasi.

Iran klaim serangan mereka bukan provokasi, melainkan balasan atas pelanggaran gencatan senjata oleh AS. Iran sebut AS sebelumnya serang kapal tanker minyak dan lancarkan serangan udara ke Pulau Qeshm.

IRGC sebut operasi itu gunakan rudal balistik, rudal jelajah antikapal, dan drone berkepala peledak. Iran klaim sebabkan kerusakan signifikan pada kapal AS, klaim yang langsung dibantah CENTCOM.

Insiden ini jadi respons militer pertama Iran terhadap blokade pelabuhan yang dilakukan AS. Washington sebelumnya sita sejumlah kapal Iran dan paksa puluhan kapal lainnya berbalik arah.

Iran juga bentuk Persian Gulf Strait Authority untuk perketat kontrol di Selat Hormuz. Langkah itu dikecam pakar hukum maritim sebagai pelanggaran hukum internasional.

Selat Hormuz adalah jalur vital pengiriman minyak dan energi dunia. Ketegangan di sini langsung berdampak pada pasar energi global dan perburuk kekhawatiran soal pasokan minyak.

Di tengah situasi memanas, Washington dan Teheran disebut masih lakukan pembicaraan intensif untuk akhiri konflik yang sudah berlangsung hampir dua bulan. Negosiasi itu kini diuji lebih keras dari sebelumnya.