GPU Sudah Mentok, CEO Arm Bilang CPU 512 Core Akan Ambil Alih Dominasi Komputasi AI

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 17 May 2026, 07:36 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Industri semikonduktor global diprediksi akan memasuki babak baru dengan hadirnya CPU berjumlah core sangat besar. CEO Arm, Rene Haas menyebut prosesor 512 core berpotensi menjadi standar baru di era perkembangan AI modern.

Menurut Haas, lonjakan kebutuhan komputasi akibat perkembangan Agentic AI membuat industri chip harus bergerak lebih cepat. Teknologi AI generasi terbaru itu membutuhkan kemampuan pemrosesan tinggi untuk menjalankan tugas otomatis dalam skala besar secara bersamaan.

Ia menjelaskan CPU kini mulai mendapat perhatian lebih karena GPU modern dinilai mulai mendekati batas fisik produksi. Chip seperti Blackwell dan Rubin milik Nvidia disebut sudah hampir menyentuh kapasitas maksimal area silikon yang bisa dicetak mesin litografi saat ini.

Sebaliknya, CPU masih dianggap punya ruang pengembangan lebih luas. Karena itu, jumlah core pada prosesor server diprediksi bisa meningkat sangat cepat dalam beberapa tahun mendatang.

Saat ini persaingan produsen chip server sudah semakin ketat. Arm telah memperkenalkan AGI CPU hingga 126 core, sementara Intel mengembangkan Xeon dengan 288 efficiency core dan AMD dirumorkan menyiapkan Epyc 256 core berbasis Zen 6.

Haas memperkirakan langkah berikutnya adalah CPU 256 core sebelum akhirnya menuju 512 core dalam satu chip tunggal. Namun, ia menegaskan efisiensi daya akan menjadi faktor paling penting karena kebutuhan listrik di era AI diperkirakan meningkat drastis.

Arm diyakini memiliki keuntungan dari sisi efisiensi energi berkat arsitekturnya yang lebih hemat daya dibanding x86. Persaingan menuju CPU 512 core kini bukan sekadar soal performa, tetapi juga perebutan posisi strategis dalam menopang perkembangan AI global di masa depan.