Gunung Bromo Diselimuti ‘Salju’, Suhu Ekstrem Capai 2 Derajat Celsius

Oleh Desti Dwi Natasya pada 10 Jun 2026, 17:46 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Kawasan Gunung Bromo menjadi sorotan setelah muncul fenomena embun upas yang membuat sejumlah area tampak memutih seperti diselimuti salju. Fenomena ini terjadi saat suhu udara di kawasan pegunungan tersebut turun hingga sekitar 2 derajat Celsius pada dini hari.  

Embun upas merupakan lapisan kristal es yang terbentuk ketika suhu udara mencapai titik sangat rendah. Kristal es tersebut terlihat menutupi rerumputan, dedaunan, hingga sebagian lautan pasir di kawasan Bromo.  

Fenomena ini mulai terlihat pada awal musim kemarau yang identik dengan langit cerah dan minim tutupan awan. Kondisi tersebut membuat panas dari permukaan bumi lebih mudah lepas ke atmosfer sehingga suhu udara menurun drastis pada malam hari.  

Kemunculan embun upas menjadi salah satu daya tarik yang ditunggu wisatawan setiap tahun. Banyak pengunjung sengaja datang sebelum matahari terbit untuk menyaksikan hamparan putih yang hanya bertahan dalam waktu singkat.  

Meski sering disebut sebagai salju, fenomena yang terjadi di Bromo sebenarnya berbeda dengan salju yang turun di negara empat musim. Warna putih yang terlihat berasal dari embun yang membeku akibat suhu udara yang sangat dingin.  

Menurut pelaku wisata setempat, kemunculan embun upas umumnya terjadi pada periode Juni hingga Agustus. Pada rentang waktu tersebut, suhu udara di kawasan Pegunungan Tengger kerap berada di bawah 5 derajat Celsius saat dini hari.  

Fenomena embun beku perdana tahun 2026 ini langsung menarik perhatian wisatawan dan fotografer. Banyak pengunjung memanfaatkan momen tersebut untuk mengabadikan pemandangan langka yang jarang ditemui di wilayah tropis seperti Indonesia.  

Bagi wisatawan yang ingin berburu embun upas, disarankan datang sebelum matahari terbit dan mengenakan pakaian hangat. Setelah matahari mulai bersinar, lapisan kristal es biasanya akan mencair dan menghilang secara perlahan.