JAKARTA, Cobisnis.com – Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance mengatakan pemerintahannya semakin dekat untuk mencapai kesepakatan dengan Iran. Namun, Vance mengakui waktu penyelesaian kesepakatan tersebut masih belum pasti.
Dalam wawancara dengan CBS Sunday Morning, Vance menyebut kesepakatan bisa tercapai dalam sepekan. Meski begitu, ia juga tidak menutup kemungkinan proses negosiasi berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.
Sementara itu, Vance menyatakan keyakinannya bahwa kesepakatan akan tercapai sebelum pemilu paruh waktu Amerika Serikat pada November mendatang. Menurutnya, publik akan mengetahui perkembangan penting jauh sebelum pemilu berlangsung.
Sebelumnya, Presiden Donald Trump mengatakan kesepakatan untuk mengakhiri konflik dapat tercapai dalam dua pekan. Namun, pada Selasa pagi, Trump memperkirakan kesepakatan bahkan bisa terwujud dalam dua hingga tiga hari.
Setelah itu, Trump mengumumkan bahwa Iran telah menjatuhkan helikopter Apache milik Amerika Serikat. Karena itu, ia berjanji akan memberikan respons terhadap insiden tersebut.
Di sisi lain, Vance tetap optimistis terhadap prospek negosiasi jangka panjang dengan Teheran. Ia mengatakan pemerintah AS ingin mencapai kesepakatan yang menguntungkan secara ekonomi bagi Amerika Serikat.
Selain itu, Washington juga ingin memastikan program nuklir Iran dapat dikendalikan dalam jangka panjang. Menurut Vance, tujuan tersebut tidak hanya berlaku selama masa pemerintahan Trump.
Sebaliknya, pemerintah AS menginginkan kesepakatan yang tetap bertahan pada masa mendatang. Meski optimistis, Vance mengakui masih ada sejumlah pekerjaan yang harus diselesaikan sebelum kesepakatan benar-benar tercapai.