JAKARTA, Cobisnis.com - Istana membantah kabar yang menyebut pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam ditunjuk sebagai koordinator penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan informasi tersebut tidak benar.
Isu itu sebelumnya ramai beredar di media sosial dan menyebut Haji Isam mendapat tugas dari Presiden Prabowo Subianto untuk memimpin penanganan karhutla.
"Nggak ada. Tidak ada. Tidak benar itu," kata Prasetyo, dikutip dari berbagai Sumber. (23/8/2026).
Menurut Prasetyo, pemerintah memang meminta berbagai pihak turut membantu menangani karhutla. Namun, tidak ada penunjukan khusus terhadap Haji Isam sebagai koordinator.
"Bahwa semua pihak diminta ikut membantu, iya. Tapi kalau menjadi koordinator itu tidak, kan, karena kan kewenangannya bukan di situ," ujarnya.
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat luas lahan yang terdampak karhutla di sejumlah wilayah Indonesia mencapai sekitar 72.798,73 hektare.
Kalimantan Barat menjadi provinsi dengan luas lahan terbakar terbesar, yakni sekitar 38.310,89 hektare. Selanjutnya Riau mencapai 16.249,24 hektare dan Kalimantan Selatan sekitar 8.019,62 hektare.
Berikut rincian luas lahan yang terbakar berdasarkan data BNPB:
1. Kalimantan Barat: 38.310,89 hektare
2. Riau: 16.249,24 hektare
3. Kalimantan Selatan: 8.019,62 hektare
4. Kalimantan Tengah: 7.634,46 hektare
5. Sumatera Selatan: 1.926,23 hektare
6. Jambi: sekitar 658,29 hektare
Total luas lahan terbakar mencapai sekitar 72.798,73 hektare.
Untuk penanganan di lapangan, sebanyak 57.267 personel satgas darat dikerahkan di enam provinsi. Jumlah tersebut terdiri dari 10.010 personel di Kalimantan Barat, 10.700 di Kalimantan Tengah, 1.408 di Kalimantan Selatan, 17.764 di Riau, 5.818 di Jambi, serta 11.567 personel di Sumatera Selatan.
Dengan kondisi tersebut, pemerintah terus mendorong berbagai pihak untuk berperan dalam upaya penanganan dan pengendalian karhutla di wilayah terdampak.