Jamkrindo

Hampir Saja Berlalu Selamanya, Kisah Cinta Ini Disatukan Oleh Pengawal Kerajaan Inggris

Oleh Zahra Zahwa pada 30 Jan 2026, 10:20 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Carrin Schottler hampir saja membiarkan seorang pria asing berjalan keluar dari hidupnya untuk selamanya. Namun sebuah intervensi tak terduga dari pengawal kerajaan Inggris mengubah segalanya.

Peristiwa itu terjadi pada 30 September 1994, saat Carrin, mahasiswi asal Amerika Serikat yang sedang mengikuti program studi di London, mengunjungi Tower of London bersama seorang teman. Ia berniat mempelajari sejarah Inggris, tetapi justru perhatiannya terus tertuju pada seorang pria asing dalam rombongan tur.

“Begitu saya melihatnya, jantung saya langsung berdebar,” kenang Carrin.

Pria tersebut bernama Paul Thal, mahasiswa asal Swedia berusia 23 tahun yang tengah berkunjung ke London untuk akhir pekan. Keduanya mulai saling melirik, tersenyum, hingga akhirnya berdiri berdampingan dan berbincang selama tur berlangsung. Sejarah panjang Tower of London pun nyaris tak mereka perhatikan.

Ketertarikan mereka rupanya tak luput dari perhatian Yeoman Warders pengawal kerajaan Inggris yang dikenal dengan sebutan Beefeaters. Saat Carrin dan Paul berfoto bersama para Beefeaters, salah satu pengawal bahkan memuji penampilan Paul dan secara halus “menjodohkan” keduanya.

“Mereka benar-benar bertindak seperti mak comblang,” ujar Carrin sambil tertawa.

Didorong suasana dan keberanian yang tiba-tiba muncul, Carrin akhirnya mengajak Paul keluar malam itu juga. Ajakan tersebut menjadi awal dari kencan panjang di Piccadilly Circus, berjalan semalaman menjelajahi London, hingga ciuman pertama mereka di St James’s Park, tak jauh dari Istana Buckingham.

Sejak hari itu, keduanya menjalani hubungan jarak jauh lintas negara. Mereka bertemu hampir setiap akhir pekan, bergantian antara London dan Manchester. Bahkan ketika Carrin harus kembali ke Amerika Serikat, hubungan mereka terus berlanjut melalui kunjungan rutin, surat, dan kaset rekaman suara jauh sebelum era ponsel pintar.

Hubungan mereka semakin kuat saat Carrin mengunjungi Swedia dan bertemu keluarga Paul. Di sanalah Carrin menyadari bahwa Paul adalah pria yang ingin ia nikahi, terutama setelah melihat cara Paul memperlakukan neneknya dengan penuh kasih.

Pada 1996, Paul akhirnya pindah ke Amerika Serikat. Dua tahun kemudian, pasangan ini menikah di New York. Kini, Carrin dan Paul tinggal di Albany bersama putra mereka yang berusia 16 tahun, menjalani kehidupan yang memadukan tradisi Swedia dan Amerika.

Hingga kini, Carrin dan Paul masih menyimpan kaset-kaset lama berisi rekaman suara mereka saat terpisah jarak dan waktu. Mereka juga masih mengenang momen di Tower of London, tempat kisah cinta mereka bermula.

“Mereka mengubah hidup kami,” kata Carrin, mengenang para Beefeaters.

“Kadang satu komentar kecil bisa memicu rangkaian peristiwa besar,” tambah Paul.