Harga BBM Ditahan, Malaysia Rogoh Rp30 Triliun Sebulan untuk Subsidi

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 16 Apr 2026, 10:32 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah Malaysia menggelontorkan subsidi BBM hingga sekitar Rp30,1 triliun dalam sebulan untuk menahan harga tetap stabil di tengah lonjakan energi global.

Angka tersebut setara dengan 7 miliar ringgit Malaysia dan terjadi pada April 2026. Nilainya melonjak tajam hingga 10 kali lipat dibanding sebelum konflik Iran terjadi.

Kementerian Keuangan Malaysia menyebut lonjakan ini dipicu oleh kenaikan harga energi global yang berdampak langsung pada biaya subsidi negara.

Selain itu, pemerintah juga menambah sekitar 75 juta ringgit untuk mendukung program bantuan solar bagi masyarakat dan sektor industri.

Langkah ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat serta menahan kenaikan biaya operasional di berbagai sektor ekonomi.

Selama ini, Malaysia dikenal mempertahankan harga BBM rendah sebagai kebijakan strategis. Harga bensin RON 95 tetap dijaga di level 1,99 ringgit per liter.

Harga tersebut termasuk salah satu yang termurah di dunia, sehingga menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas biaya hidup masyarakat.

Namun, kebijakan ini juga membawa konsekuensi besar terhadap keuangan negara. Beban subsidi meningkat drastis seiring lonjakan harga energi global.

Sebelum konflik, subsidi energi Malaysia hanya sekitar 700 juta ringgit. Lonjakan ke 7 miliar ringgit menunjukkan tekanan fiskal yang signifikan.

Pemerintah menilai kondisi ini berbeda dari krisis sebelumnya. Dampaknya diperkirakan muncul bertahap dan bisa berlanjut hingga tahun depan.

Untuk meredam dampak, Malaysia mulai mengarah pada kebijakan subsidi yang lebih terarah, termasuk bantuan khusus bagi kelompok tertentu seperti petani.

Selain itu, pemerintah juga berencana meningkatkan campuran biodiesel dari B10 ke B15 guna mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang dalam menghadapi volatilitas harga energi global.