JAKARTA, Cobisnis.com – Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 dipastikan tidak mengalami perubahan, baik untuk subsidi maupun nonsubsidi di seluruh Indonesia.
Keputusan ini membuat harga BBM tetap stabil dibandingkan periode sebelumnya. Pemerintah memilih menahan harga di tengah tekanan global, termasuk kenaikan harga minyak dunia.
Untuk BBM subsidi, Pertalite tetap dijual Rp 10.000 per liter dan Biosolar Rp 6.800 per liter. Harga ini berlaku merata di seluruh wilayah Indonesia.
Sementara itu, BBM nonsubsidi seperti Pertamax Series dan Dex Series juga tidak mengalami perubahan. Stabilitas ini menjadi perhatian di tengah fluktuasi energi global.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV, menyatakan pihaknya mengikuti kebijakan pemerintah. Penetapan harga dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi nasional.
Di wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, harga Pertamax berada di Rp 12.300 per liter. Pertamax Turbo dijual Rp 13.100, sementara Dexlite Rp 14.200 dan Pertamina Dex Rp 14.500.
Untuk wilayah Sumatera, harga Pertamax berkisar Rp 12.600 hingga Rp 12.900. Perbedaan ini dipengaruhi oleh faktor distribusi dan biaya logistik di masing-masing daerah.
Di Kalimantan dan Sulawesi, harga BBM relatif seragam dengan kisaran Pertamax Rp 12.600 hingga Rp 12.900. Produk Dex Series juga berada di rentang Rp 14.500 hingga Rp 15.100.
Sementara di Maluku dan Papua, harga Pertamax berada di Rp 12.600. Dexlite dan Pertamina Dex dijual hingga Rp 14.800 tergantung wilayah distribusi.
Kebijakan tidak menaikkan harga ini memberi dampak langsung bagi masyarakat. Stabilitas harga membantu menjaga daya beli, terutama di tengah tekanan ekonomi global.
Di sisi lain, langkah ini juga menjadi strategi pemerintah untuk menjaga inflasi tetap terkendali. Harga energi yang stabil berperan penting dalam menjaga harga barang lainnya.
Meski demikian, tantangan tetap ada jika harga minyak dunia terus naik. Ke depan, kebijakan harga BBM akan sangat bergantung pada kondisi pasar energi global.