JAKARTA, Cobisnis.com - Harga emas dunia diperkirakan masih memiliki peluang melanjutkan tren kenaikan pada perdagangan Kamis, 6 Agustus 2026. Momentum penguatan dinilai semakin solid setelah harga berhasil keluar dari fase konsolidasi yang berlangsung cukup lama.
Dari sisi teknikal, pergerakan emas menunjukkan sinyal bullish yang semakin kuat. Tekanan beli masih mendominasi sehingga peluang kenaikan menuju level resistance berikutnya tetap terbuka.
Salah satu sinyal positif datang dari keberhasilan harga menembus pola Bullish Pennant. Pola ini umumnya menjadi indikator kelanjutan tren naik setelah periode pergerakan yang cenderung datar.
Selain itu, terbentuknya pola Double Bottom ikut memperkuat prospek kenaikan harga emas. Pola tersebut mengindikasikan tekanan jual mulai mereda dan pembeli kembali menguasai pasar.
Target resistance terdekat diproyeksikan berada di level 4.354. Jika level tersebut berhasil ditembus dengan dukungan volume transaksi yang kuat, harga emas berpeluang melanjutkan penguatan hingga area 4.483.
Meski prospeknya masih positif, pelaku pasar tetap diminta mewaspadai potensi aksi ambil untung. Kondisi tersebut bisa memicu koreksi jangka pendek setelah reli yang cukup panjang.
Dari sisi fundamental, perhatian pasar masih tertuju pada perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran. Kemajuan diplomasi berpotensi mengurangi permintaan terhadap aset safe haven seperti emas.
Di sisi lain, pelemahan dollar AS masih menjadi faktor yang menopang harga emas. Nilai tukar dollar yang lebih rendah membuat logam mulia menjadi lebih menarik bagi investor global.
Arah kebijakan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat juga masih menjadi perhatian utama pasar. Setiap sinyal kebijakan yang lebih longgar berpotensi memberikan dorongan tambahan bagi harga emas.
Secara keseluruhan, prospek emas masih berada dalam tren bullish. Namun investor tetap disarankan memperhatikan perkembangan geopolitik, pergerakan dollar AS, serta kebijakan The Fed sebelum mengambil keputusan investasi.