JAKARTA, Cobisnis.com - Harga minyak dunia kembali naik tipis pada perdagangan Jumat, 2 Oktober 2026. Pasar masih mencermati sejumlah sinyal pasokan global yang bergerak berlawanan.
Harga minyak Brent naik 29 sen atau 0,28% menjadi US$102,60 per barel pada pukul 00.22 GMT. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate atau WTI naik 27 sen atau 0,29% menjadi US$93,14 per barel.
Kenaikan tipis ini terjadi setelah harga minyak melonjak pada perdagangan Kamis, 1 Oktober. Brent naik lebih dari US$4 per barel, sedangkan WTI menguat lebih dari US$2.
Penguatan sebelumnya dipicu laporan mengenai rencana Amerika Serikat mengirim tambahan pasukan dan kapal induk ke Timur Tengah. Pasar juga merespons kabar China kembali membatasi ekspor bahan bakar.
Analis Utama KCM Trade Tim Waterer mengatakan pasar tengah mencermati berbagai sinyal yang saling berlawanan. "Pasar sedang mencerna serangkaian sinyal yang sangat beragam pekan ini," kata Waterer.
Prospek ekspor Arab Saudi yang membaik menjadi salah satu faktor penyeimbang kekhawatiran pasar. Di sisi lain, rencana pengiriman kapal induk AS tambahan ke Teluk dan pembatasan ekspor produk olahan minyak China kembali menekan sentimen pasokan.
China sebelumnya memperketat ekspor bahan bakar pada Maret setelah pecahnya perang AS dan Israel dengan Iran. Pembatasan kemudian dilonggarkan pada Juli, tetapi kini Beijing kembali mengatur pengiriman diesel, bensin, dan bahan bakar pesawat secara bulanan.
Sejumlah sumber menyebut belum ada izin bagi kilang besar China untuk mengekspor bahan bakar ke wilayah selain Hong Kong dan Makau sepanjang Oktober. Belum diketahui apakah izin tersebut akan kembali diberikan setelah masa libur selama sepekan berakhir pada Rabu, 7 Oktober.
Dari sisi lain, pemerintahan Presiden AS Donald Trump dilaporkan meminta Jerman dan Prancis mengurangi cadangan diesel darurat untuk membantu menekan kenaikan harga bahan bakar global. AS juga meminta negara negara Uni Eropa melepaskan 120 juta barel diesel dalam enam bulan ke depan.
Analis minyak utama XAnalysts Mukesh Sahdev mengatakan tekanan AS kepada negara negara Eropa untuk melepas cadangan minyak turut menjadi faktor yang menahan kenaikan harga. Pasar pun masih menimbang tambahan pasokan dengan risiko gangguan distribusi global.
Secara mingguan, harga minyak Brent masih berada di jalur penurunan 1,93%. Namun, Brent mencatat kenaikan sekitar 14% sepanjang September, sedangkan WTI naik sekitar 4% pada bulan yang sama.