Harga Minyak Melemah 1%, Brent Masih Bertahan di Atas US$100

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 18 Sep 2026, 09:20 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Harga minyak dunia turun sekitar 1% pada perdagangan Jumat, 18 September 2026. Meski melemah, harga minyak masih bertahan di atas US$100 per barel di tengah upaya meredam kekhawatiran gangguan pasokan dari Timur Tengah.

Harga minyak Brent turun US$1,01 atau 1% menjadi US$103,77 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate atau WTI Amerika Serikat turun US$1,03 atau 1% menjadi US$100,88 per barel.

Penurunan tersebut melanjutkan pelemahan pada perdagangan Kamis, 17 September 2026. Kedua kontrak minyak acuan sebelumnya juga ditutup turun sekitar 1%.

Pasar mulai mengurangi kekhawatiran terhadap gangguan pasokan setelah muncul sejumlah alternatif untuk menjaga aliran minyak dari kawasan Timur Tengah. Salah satunya melalui pengiriman tambahan minyak Arab Saudi lewat jalur di sekitar Oman.

Namun, risiko pasokan belum sepenuhnya hilang. Arab Saudi dan kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman kembali terlibat serangan pada Kamis, sehingga menambah tekanan terhadap kondisi keamanan di kawasan.

Harga minyak sebelumnya sempat melonjak ke level tertinggi dalam sekitar empat bulan. Kenaikan terjadi setelah pengiriman minyak mentah dari terminal ekspor Arab Saudi di Laut Merah, Yanbu, dilaporkan dihentikan sementara.

Riyadh juga membatalkan sejumlah pengiriman minyak ke Eropa setelah pipa East West mengalami kerusakan akibat serangan. Hingga kini, waktu yang dibutuhkan untuk memperbaiki pipa tersebut dan memulihkan aliran minyak belum sepenuhnya pasti.

Citra satelit dan sumber industri menunjukkan tiga stasiun pompa pada jaringan pipa tersebut mengalami kerusakan. Jalur tersebut menjadi penting karena menghubungkan wilayah produksi minyak Arab Saudi di bagian timur dengan pelabuhan Yanbu di Laut Merah.

Jika gangguan berlangsung lama, penutupan pipa East West dapat menghambat pasokan minyak dalam jumlah besar. Sejumlah pedagang memperkirakan gangguan tersebut berpotensi memengaruhi sekitar 4% pasokan minyak global.

Di sisi lain, upaya Arab Saudi mencari jalur alternatif mulai membantu meredakan tekanan di pasar. Reuters melaporkan Arab Saudi meningkatkan opsi pengiriman minyak melalui Oman, sementara pemulihan sebagian kapasitas pipa juga membantu mengurangi kekhawatiran terhadap pasokan global.

Meski harga minyak mulai turun, Brent dan WTI masih berada di atas US$100 per barel. Pergerakan harga selanjutnya masih akan dipengaruhi perkembangan gangguan infrastruktur minyak dan konflik di kawasan Timur Tengah.