JAKARTA, Cobisnis.com – Video yang memperlihatkan ribuan burung gagak beterbangan dalam kelompok besar di langit Tel Aviv, Israel, viral di media sosial. Fenomena ini menarik perhatian luas, terutama karena terjadi di tengah memanasnya situasi geopolitik di kawasan tersebut.
Langit yang dipenuhi burung berwarna hitam menciptakan suasana dramatis dan memicu beragam reaksi warganet. Sebagian mengaitkannya dengan pertanda buruk hingga isu kiamat, mengingat gagak kerap diasosiasikan dengan simbol kematian dalam berbagai budaya.
Spekulasi kian berkembang setelah fenomena ini dihubungkan dengan narasi keagamaan, termasuk interpretasi kitab Wahyu dalam Alkitab yang menyebut kemunculan burung pemakan bangkai setelah peristiwa besar seperti perang.
Namun, para ahli menegaskan bahwa kejadian tersebut memiliki penjelasan ilmiah. Fenomena burung terbang dalam kelompok besar, yang dikenal sebagai murmuration, merupakan perilaku alami yang umum terjadi di dunia satwa.
Perilaku ini biasanya dipicu oleh faktor seperti migrasi musiman, perubahan cuaca, serta ketersediaan sumber makanan. Kawasan Timur Tengah sendiri diketahui sebagai salah satu jalur utama migrasi berbagai jenis burung.
Selain itu, gagak merupakan hewan yang cerdas dan memiliki tingkat sosial tinggi. Mereka sering berkumpul untuk melindungi diri dari predator sekaligus berbagi informasi mengenai lokasi makanan.
Para pakar menilai, situasi konflik yang sedang berlangsung turut memengaruhi cara masyarakat memaknai fenomena tersebut. Dalam kondisi penuh ketegangan, peristiwa alam yang sebenarnya wajar dapat dengan mudah ditafsirkan secara berlebihan dan dikaitkan dengan hal-hal supranatural.