Isu Minyak Iran: Trump Sebut Bisa Ikuti Model Venezuela

Oleh Hidayat Taufik pada 27 Mar 2026, 02:42 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa kemungkinan untuk menguasai sumber daya minyak Iran masih menjadi salah satu skenario yang dipertimbangkan oleh pemerintahannya.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat kabinet pada Kamis (26/3) waktu setempat. Trump menegaskan bahwa opsi tersebut belum menjadi keputusan resmi, namun tetap masuk dalam berbagai langkah strategis yang sedang dikaji Washington dalam menghadapi konflik dengan Teheran.

Ia juga membandingkan gagasan tersebut dengan langkah Amerika Serikat di Venezuela. Trump mengklaim keterlibatan AS dalam sektor energi negara itu mampu menghasilkan keuntungan besar dan memperkuat posisi ekonomi Amerika.

Di tengah situasi yang memanas, Trump kembali mendesak Iran agar segera membuka diri terhadap perundingan damai. Ia memperingatkan bahwa kesempatan untuk mencapai kesepakatan tidak akan berlangsung lama jika tidak segera ditindaklanjuti oleh pihak Teheran.

Sementara itu, konflik di kawasan Timur Tengah terus berdampak luas terhadap sektor energi global. Ketegangan yang meningkat, termasuk gangguan di Selat Hormuz jalur vital bagi distribusi minyak dunia telah memicu lonjakan harga minyak hingga menembus di atas US$100 per barel.

Penutupan dan ancaman terhadap jalur tersebut juga menimbulkan kekhawatiran akan krisis pasokan energi, mengingat sekitar seperlima perdagangan minyak dunia melewati kawasan itu.

Selain itu, Iran sebelumnya juga dilaporkan sempat mengizinkan sejumlah kapal tanker minyak melintasi Selat Hormuz di tengah tekanan dan negosiasi yang berlangsung, yang disebut Trump sebagai sinyal terbatas dari pihak Teheran.

Kondisi ini menunjukkan bahwa konflik tidak hanya berdampak pada hubungan politik kedua negara, tetapi juga berpotensi mengguncang stabilitas ekonomi global apabila tidak segera mereda.