JAKARTA, Cobisnis.com – Sebuah video yang menampilkan menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) berisi ikan lele mentah, bahkan disebut masih hidup, ramai beredar di media sosial. Paket makanan tersebut dilaporkan ditolak oleh pihak SMAN 2 Pamekasan.
Menanggapi viralnya video tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan penjelasan terkait menu MBG yang disalurkan di wilayah tersebut.
Dalam video yang beredar, terlihat satu kotak makanan berisi ikan lele yang disebut masih mentah, dilengkapi dua potong tahu dan dua potong tempe. Pihak sekolah menilai ikan tersebut mengeluarkan bau amis dan dikhawatirkan tidak tahan lama atau cepat rusak.
Paket MBG itu diketahui disalurkan pada Senin (9/3/2026) sebagai jatah konsumsi siswa selama tiga hari, mulai Selasa hingga Rabu. Namun, BGN menegaskan bahwa video yang viral di media sosial tidak menampilkan keseluruhan menu yang telah disiapkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Dey, mengatakan berdasarkan laporan dari lapangan, paket MBG yang disiapkan oleh SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan sebenarnya terdiri dari beberapa menu yang lengkap.
Ia menjelaskan, menu yang disediakan meliputi lele marinasi, tahu dan tempe ukep, roti pizza, telur rebus, susu full cream, serta buah naga. Menu tersebut disusun dengan mempertimbangkan keseimbangan gizi sekaligus standar keamanan pangan.
Di sisi lain, ahli gizi SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan, Fikri Kuttawakil, menjelaskan penggunaan lele marinasi memiliki tujuan untuk menjaga kualitas gizi sekaligus menambah asupan protein bagi penerima manfaat.
Menurutnya, proses marinasi juga membantu mempertahankan ketahanan ikan lele sehingga dapat bertahan hingga satu hari.
SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan sendiri melayani sekitar 3.329 penerima manfaat. Mereka terdiri dari siswa SMA/SMK/MA, SMP/MTs, PAUD/TK, SLB, tenaga pendidik, serta kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di wilayah tersebut.