JAKARTA, Cobisnis.com – Penjualan cognac global mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Selain itu, perubahan selera konsumen muda turut mempercepat tekanan terhadap industri ini.
Produsen cognac legendaris Hennessy kini menghadapi tantangan besar untuk mempertahankan relevansi pasar. Di sisi lain, tren konsumsi alkohol menunjukkan pergeseran ke arah minuman yang lebih ringan dan praktis.
Karena itu, banyak konsumen muda mulai beralih ke tequila premium dan koktail siap minum. Tarif perdagangan dari Amerika Serikat dan China ikut menekan keuntungan industri cognac Prancis.
Perusahaan induk Hennessy, LVMH, juga merasakan dampak penurunan ekspor tersebut. Sementara itu, data industri menunjukkan penurunan signifikan pengiriman cognac ke pasar utama seperti Amerika Serikat.
Namun, Hennessy tetap memiliki posisi kuat secara budaya, terutama di dunia musik dan olahraga. Brand ini sering disebut dalam ribuan lagu hip hop dan aktif dalam berbagai kemitraan global. Hennessy juga menjalin kerja sama dengan liga olahraga besar seperti NBA dan Formula 1.