JAKARTA, Cobisnis.com – PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia atau Inhealth resmi memperkenalkan identitas visual baru melalui perubahan logo perusahaan. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat positioning Inhealth sebagai bagian dari Indonesia Financial Group (IFG), holding BUMN asuransi, penjaminan, dan investasi.
Perubahan logo tersebut mulai berlaku pada 2 Juni 2026 dan diterapkan secara serentak di seluruh jaringan operasional perusahaan. Implementasi dilakukan di kantor pusat, kantor pemasaran, kantor operasional, serta kantor layanan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Sejak berdiri pada 2008, Inhealth terus berkembang sebagai perusahaan asuransi kesehatan berbasis solusi managed care. Perusahaan juga dikenal sebagai salah satu penyedia layanan perlindungan kesehatan terbesar di Indonesia dengan lebih dari 1,7 juta pengguna layanan.
Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) triwulan I 2026, Inhealth mencatat pangsa pasar terbesar di segmen asuransi kesehatan kumpulan. Capaian tersebut memperkuat posisi perusahaan sebagai mitra perlindungan kesehatan bagi berbagai institusi dan masyarakat.
Direktur Kepatuhan merangkap Plt. Direktur Utama Inhealth, Marihot H. Tambunan, menegaskan bahwa perubahan branding tidak mengubah status hukum perusahaan. Produk dan layanan yang diberikan kepada nasabah juga tetap berjalan seperti sebelumnya.
Sejak bergabung ke dalam struktur holding IFG melalui IFG Life pada Juni 2024, berbagai sinergi terus dilakukan. Kolaborasi tersebut mencakup pengembangan produk, peningkatan layanan, hingga penguatan transformasi digital melalui aplikasi One by IFG.
Selain itu, perusahaan juga fokus pada pengelolaan risiko yang disiplin dan optimalisasi portofolio bisnis. Melalui identitas baru ini, Inhealth ingin memperkuat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan untuk menghadirkan perlindungan yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat.
IFG Life menilai rebranding ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dalam membangun ekosistem perlindungan yang lebih komprehensif. Upaya tersebut didukung jaringan lebih dari 8.000 mitra provider yang mencakup rumah sakit, klinik, laboratorium, apotek, hingga fasilitas kesehatan di Indonesia dan Singapura.