JAKARTA, Cobisnis.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Gaza menyampaikan bahwa Militer Israel membakar sebuah kamp pengungsian di bagian timur Kota Gaza, menyebabkan lebih dari 800 warga Palestina kehilangan tempat tinggal.
Dilansir dari anadolu, Selasa (27/10/2026), Kementerian itu mengatakan, drone quadcopter milik Israel membakar seluruh kamp pengungsian di dekat persimpangan Shujaiya sekitar pukul 20.00 pada Senin, (26/10/2026).
Kebakaran melahap tenda-tenda pengungsian beserta sedikit barang milik keluarga yang masih tersisa. Akibatnya, lebih dari 200 keluarga yang terdiri atas lebih dari 800 warga Palestina terpaksa kembali mengungsi. Sebagian besar korban merupakan perempuan, anak-anak, lansia, dan pasien yang membutuhkan perawatan medis, menurut kementerian tersebut.
"Pembakaran tenda-tenda itu menimbulkan kepanikan, ketakutan, dan teror yang hebat di kalangan keluarga-keluarga tersebut. Mereka sekali lagi kehilangan tempat berlindung dan tidak memiliki alternatif untuk melindungi diri dari kondisi yang keras," demikian pernyataan kementerian.
Kementerian itu menyebut insiden tersebut sebagai bagian dari kebijakan pengusiran paksa dan pemindahan penduduk secara terus-menerus.
Kementerian juga menyebut serangan tersebut sebagai kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan secara terang-terangan. Menurutnya, tindakan itu melanggar hukum humaniter internasional dan Konvensi Jenewa yang memberikan perlindungan kepada warga sipil selama konflik bersenjata.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Gaza mendesak masyarakat internasional, Dewan Keamanan PBB, dan organisasi-organisasi hak asasi manusia untuk segera turun tangan guna menghentikan genosida dan penghancuran yang terus berlangsung di Gaza.
Data Palestina menunjukkan bahwa Israel meningkatkan serangannya terhadap Jalur Gaza menjelang pemilihan umum Knesset, parlemen Israel, yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa.
Pada Jumat, Menteri Luar Negeri Palestina Varsen Aghabekian mengatakan bahwa darah warga Palestina telah menjadi kartu kemenangan dalam pemilihan umum Israel.
Meskipun gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, militer Israel terus melancarkan serangan setiap hari di Gaza. Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, serangan-serangan tersebut telah menewaskan sedikitnya 1.551 warga Palestina dan melukai 5.573 lainnya sejak gencatan senjata diberlakukan.
Sejak Oktober 2023, Israel telah menewaskan lebih dari 74.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 175.000 lainnya di Gaza. Sekitar 90 persen infrastruktur sipil di wilayah tersebut juga telah hancur.