Ilmuwan Temukan Cara Unik Gajah Berkomunikasi, Menutup Telinga demi Menangkap Getaran Tanah

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 18 Jul 2026, 19:02 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Gajah ternyata memiliki kemampuan unik yang tidak dimiliki manusia. Mamalia terbesar di darat ini mampu menutup saluran telinganya untuk menangkap getaran berfrekuensi rendah yang merambat melalui tanah.

Temuan tersebut diungkap dalam penelitian terbaru yang dipublikasikan di jurnal Frontiers in Audiology and Otology. Penelitian ini membantu menjelaskan bagaimana gajah dapat berkomunikasi dalam jarak beberapa kilometer.

Selain menghasilkan suara yang terdengar di udara, gajah juga mengeluarkan vokalisasi berfrekuensi rendah yang menciptakan getaran di dalam tanah. Getaran itu diterima melalui kaki dan tungkai sebelum diteruskan menuju tengkorak serta telinga bagian dalam.

Dengan mekanisme tersebut, gajah pada dasarnya dapat "mendengar" menggunakan seluruh tubuhnya. Kemampuan ini membuat komunikasi tetap berlangsung meski suara tidak terdengar oleh telinga manusia.

Profesor Departemen Otolaringologi Harvard Medical School, Sunil Puria, menjelaskan struktur telinga tengah gajah menjadi faktor utama di balik kemampuan tersebut. Ukuran telinga yang jauh lebih besar membuat getaran berfrekuensi rendah lebih mudah diteruskan ke koklea.

Penelitian dilakukan dengan menguji tulang temporal milik gajah dan manusia yang telah meninggal. Para peneliti menggunakan alat penghasil getaran serta laser untuk mengukur respons tulang telinga terhadap gelombang suara.

Hasil pengujian menunjukkan tulang telinga tengah gajah bekerja paling optimal pada frekuensi sekitar 400 Hz. Sementara pada manusia, respons terbaik terjadi di sekitar 1,2 kHz.

Peneliti juga menemukan pergerakan tulang stapes milik gajah tiga hingga empat kali lebih besar dibandingkan manusia pada frekuensi rendah. Hal ini membuat gajah jauh lebih sensitif terhadap getaran yang merambat melalui tanah.

Selain ukuran telinga, gajah diduga mampu menutup saluran telinganya secara sukarela. Mekanisme tersebut menghasilkan efek seperti penggunaan penyumbat telinga sehingga pendengaran melalui getaran tulang meningkat drastis.

Para ilmuwan memperkirakan kemampuan itu dapat meningkatkan sensitivitas pendengaran hingga 30 kali lipat saat menangkap suara infrasonik pada rentang 10 sampai 20 Hz. Frekuensi tersebut umum digunakan gajah untuk berkomunikasi jarak jauh.

Meski penelitian memiliki keterbatasan karena jumlah sampel yang sangat sedikit, hasilnya membuka peluang baru untuk memahami perilaku dan sistem komunikasi gajah. Peneliti berharap temuan ini menjadi dasar riset lanjutan mengenai kemampuan pendengaran satwa tersebut.