Investasi AI Capai Rp 12.000 Triliun Lebih, Target Ramah Lingkungan Raksasa Teknologi Terganggu

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 18 Jul 2026, 18:31 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com, Perkembangan kecerdasan buatan atau AI mulai memunculkan tantangan baru bagi perusahaan teknologi global. Ambisi memperluas pusat data justru membuat target energi bersih Amazon, Google, dan Microsoft semakin sulit dicapai.

Ketiga perusahaan tersebut menggelontorkan investasi gabungan sekitar 750 miliar dolar AS sepanjang 2025 hingga 2026. Dana itu digunakan untuk memperluas infrastruktur AI dan kapasitas pusat data.

Konsekuensinya, kebutuhan listrik melonjak tajam. Laporan keberlanjutan terbaru menunjukkan emisi dari penggunaan listrik ikut meningkat di ketiga perusahaan tersebut.

Google mencatat kenaikan emisi berbasis listrik sebesar 37 persen. Sementara Amazon naik 34 persen dan Microsoft meningkat 21 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Konsumsi listrik Google bahkan mencapai 43,6 juta megawatt jam. Angka itu menjadi kenaikan tahunan terbesar sepanjang sejarah operasional perusahaan tersebut.

Sejak 2019, konsumsi listrik Google telah melonjak sekitar 250 persen. Perusahaan mengakui lonjakan kebutuhan AI membuat transisi menuju energi bersih menghadapi tantangan besar.

Microsoft juga mengalami peningkatan konsumsi listrik sebesar 24 persen menjadi 37 juta megawatt jam. Kenaikan tersebut berdampak langsung terhadap peningkatan emisi di wilayah operasionalnya.

Amazon tidak mengungkap total konsumsi listrik, namun perusahaan melaporkan emisi listrik naik 34 persen. Amazon juga belum memisahkan data konsumsi energi khusus dari layanan Amazon Web Services atau AWS.

Meski demikian, ketiga perusahaan tetap mempertahankan komitmen mencapai target penurunan emisi pada 2030. Salah satu strateginya adalah memperluas investasi energi terbarukan dan tenaga nuklir.

Amazon telah mengamankan hampir 2 gigawatt tenaga nuklir dan menambah proyek energi surya yang dilengkapi penyimpanan baterai. Google dan Microsoft juga mempercepat investasi energi nuklir serta proyek energi bersih di Asia yang masih bergantung pada bahan bakar fosil.