JAKARTA, Cobisnis.com – India terus meningkatkan impor minyak dari Iran di tengah situasi geopolitik yang memanas di kawasan Timur Tengah.
Langkah ini dinilai sebagai strategi energi sekaligus diplomasi, di mana India berupaya menjaga pasokan energi tetap stabil di tengah risiko gangguan global.
Sebagai imbal balik, jalur pelayaran energi melalui Selat Hormuz disebut tetap aman dan lancar bagi kapal-kapal yang membawa minyak ke India.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital perdagangan minyak dunia, dengan sekitar 20% pasokan global melewati kawasan tersebut setiap harinya.
Keamanan jalur ini menjadi perhatian utama banyak negara, terutama di tengah ketegangan antara Iran dan negara-negara Barat.
Dengan meningkatkan pembelian minyak dari Iran, India dinilai mengambil posisi pragmatis untuk menjaga hubungan bilateral sekaligus kepentingan energinya.
Langkah ini juga memberi sinyal bahwa India tidak sepenuhnya mengikuti tekanan geopolitik tertentu, melainkan mengedepankan kebutuhan domestik.
Di sisi lain, Iran diuntungkan dengan adanya pembeli besar seperti India, yang membantu menjaga stabilitas ekspor minyaknya.
Hubungan saling menguntungkan ini berkontribusi pada stabilitas jalur distribusi energi, khususnya di Selat Hormuz.
Meski demikian, risiko geopolitik tetap membayangi kawasan tersebut, terutama jika konflik meningkat atau terjadi eskalasi militer.
Bagi pasar global, stabilitas di Selat Hormuz menjadi faktor kunci dalam menjaga harga minyak tetap terkendali.
Situasi ini menunjukkan bahwa dinamika energi global tidak hanya ditentukan oleh pasar, tetapi juga oleh strategi politik dan hubungan antarnegara.