Iran Ancam Putus Jalur Internet Global di Teluk Persia: “Serang Listrik Kami, Dunia Kami Gelapkan”

Oleh Hidayat Taufik pada 07 Apr 2026, 23:20 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Dunia menghadapi potensi krisis digital besar di tengah meningkatnya ketegangan antara Donald Trump dan pemerintah Iran.

Menjelang berakhirnya ultimatum yang disebut-sebut mengancam infrastruktur energi Iran, Teheran menyampaikan peringatan keras berupa kemungkinan sabotase terhadap jaringan kabel internet bawah laut di kawasan strategis.

Ancaman tersebut disampaikan oleh Seyyed Mohammad Mehdi Tabatabaei, yang menyatakan bahwa jika fasilitas energi negaranya diserang, Iran dapat menargetkan kabel serat optik bawah laut yang melintasi Teluk Persia, Laut Merah, hingga Laut Mediterania. Kawasan ini dikenal sebagai jalur vital yang menyalurkan sebagian besar lalu lintas data global.

Para analis menilai, gangguan pada infrastruktur tersebut berpotensi berdampak luas, mulai dari terganggunya layanan internet hingga hambatan pada sistem keuangan internasional dan operasional perusahaan teknologi besar seperti Google, Amazon, dan Microsoft.

Namun, sejumlah pakar juga menekankan bahwa skenario “pemadaman total internet dunia” tetap kecil kemungkinannya karena adanya jalur alternatif dan sistem redundansi global.

Ahli keamanan siber menyebutkan bahwa perbaikan kabel bawah laut di wilayah konflik memang sulit dan dapat memakan waktu lama. Meski demikian, operator jaringan internasional biasanya memiliki mekanisme pengalihan (rerouting) melalui jalur lain, termasuk kabel darat dan satelit, untuk meminimalkan dampak gangguan.

Hingga saat ini, situasi masih berkembang dan belum ada konfirmasi tindakan nyata terkait ancaman tersebut. Laporan dari Reuters dan Associated Press menyebutkan bahwa pelaku industri teknologi tengah meningkatkan kewaspadaan dan mempersiapkan skenario mitigasi risiko.