JAKARTA, Cobisnis.com – Industri jam tangan mewah mulai bertransformasi dengan mengadopsi inovasi teknologi di tengah tekanan ekonomi global. Menurut Federation of the Swiss Watch Industry, ekspor jam tangan turun selama dua tahun berturut-turut.
Kondisi ini mencerminkan ketidakpastian pasar setelah lonjakan pascapandemi. Selain itu, faktor seperti ekonomi China, harga emas, dan tarif AS turut memengaruhi industri.
CEO Audemars Piguet, Ilaria Resta, menyebut situasi ini sebagai “badai sempurna”. Namun demikian, ia melihat kondisi tersebut sebagai peluang untuk beradaptasi.
Audemars Piguet mulai menggabungkan teknologi dengan warisan tradisional. Perusahaan tetap mempertahankan produksi manual untuk menjaga kualitas.
Di sisi lain, mereka mengembangkan “Fab Labs” untuk eksperimen dan riset. Selain itu, teknologi kecerdasan buatan mulai digunakan dalam berbagai proses.
AI membantu restorasi jam lama dan pengelolaan inventaris produk kompleks. Akibatnya, efisiensi meningkat tanpa mengorbankan nilai tradisional.