JAKARTA, Cobisnis.com – Rencana liburan musim panas 2026 semakin sulit terwujud akibat lonjakan biaya perjalanan global. Kenaikan harga ini dipicu oleh gangguan energi dan konflik geopolitik.
Banyak wisatawan kini menghadapi tarif tiket pesawat yang terus meningkat. Salah satunya terjadi setelah konflik di kawasan Timur Tengah.
Penutupan Strait of Hormuz mengganggu pasokan bahan bakar dunia. Akibatnya, harga avtur dan bensin melonjak tajam.
Kondisi ini memaksa maskapai menaikkan tarif dan mengurangi penerbangan. Selain itu, banyak rute harus memutar lebih jauh untuk menghindari zona konflik.
Hal tersebut membuat konsumsi bahan bakar semakin tinggi. Menurut analis penerbangan, situasi ini akan berdampak pada jumlah wisatawan.
Jumlah penerbangan diprediksi menurun selama musim panas. Di sisi lain, maskapai mulai menambah biaya tambahan bagi penumpang. Beberapa bahkan memangkas jadwal penerbangan untuk menghemat biaya.