Industri Teknologi Nilai AI Ubah Tugas Programmer, Bukan Hilangkan Pekerjaan

Oleh Zahra Zahwa pada 09 Apr 2026, 11:58 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Perkembangan kecerdasan buatan terus memicu kekhawatiran di kalangan mahasiswa ilmu komputer. Namun, sejumlah kampus dan perusahaan teknologi menilai peluang kerja software engineer masih tetap kuat.

Direktur sekolah ilmu komputer Magdalena Balazinska mengirim email kepada lebih dari 2.000 mahasiswa di University of Washington setelah libur musim semi.

Ia menegaskan AI tidak menghapus peluang kerja di bidang teknologi. Sebaliknya, teknologi itu justru memperluas kebutuhan industri.

Saat ini, alat seperti OpenAI Codex dan Claude milik Anthropic mampu menghasilkan kode lebih cepat dibanding sebelumnya.

Karena itu, banyak orang khawatir perusahaan akan mengurangi perekrutan engineer.

Kekhawatiran itu juga muncul setelah CEO Salesforce Marc Benioff mengatakan perusahaannya sempat menghentikan perekrutan engineer tahun lalu.

Meski begitu, data terbaru menunjukkan lowongan software engineer masih meningkat. Listing pekerjaan di Indeed naik 11 persen dalam setahun terakhir.

Selain itu, survei Bank of America menunjukkan banyak perusahaan justru menambah anggaran perangkat lunak dan jumlah engineer.

Menurut proyeksi Bureau of Labor Statistics, pekerjaan software developer akan tumbuh 15 persen hingga 2034.