Ingin Stamina Tetap Prima? Ini 3 Kebiasaan yang Perlu Dilakukan Pria

Oleh Hidayat Taufik pada 17 Oct 2026, 11:45 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Seiring bertambahnya usia dan kesibukan, pria dapat mengalami perubahan kebugaran yang berdampak pada aktivitas sehari-hari. Tubuh yang mudah lelah dan stamina yang menurun bisa membuat pekerjaan maupun olahraga terasa lebih berat.

Dokter spesialis kedokteran olahraga, dr. Andika Raspati, Sp.KO, menjelaskan bahwa menjaga vitalitas membutuhkan kombinasi olahraga, pola makan sehat, dan istirahat yang cukup.

1. Rutin Melatih Otot Kaki

Latihan kaki atau leg day dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah di tubuh bagian bawah. Menurut Andika, latihan ini juga kerap dikaitkan dengan peningkatan gairah seksual pada sebagian pria.

“Kalau kita bicara leg day, latihan ini bisa meningkatkan sirkulasi darah, spesifiknya ke bagian bawah. Tadi kan kita bicara pabriknya hormon testosteron itu di situ, di bawah ya, di testis,” jelas Andika, dikutip dari berbagai sumber,  Sabtu (17/10/2026).

Meski demikian, latihan kaki saja tidak cukup untuk menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh. Olahraga kardio, pola makan, dan tidur yang baik tetap perlu diperhatikan.

Latihan kaki juga dapat menjadi bagian dari program pemulihan bagi orang yang mengalami masalah lutut, termasuk osteoartritis. Namun, jenis dan intensitas latihan harus disesuaikan dengan kondisi medis masing-masing.

“Justru yang namanya orang dengan keluhan lutut itu wajib leg day, tapi dengan dosis khusus,” ucap Andika.

Bagi orang yang mengalami cedera, peradangan, atau pembengkakan lutut, latihan perlu disesuaikan dengan arahan tenaga medis. Konsultasi dengan dokter spesialis kedokteran olahraga (Sp.KO) atau dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi (Sp.KFR) dapat membantu menentukan program yang tepat.

2. Mengatur Pola Makan dan Memenuhi Nutrisi

Aktivitas fisik perlu diimbangi dengan pola makan yang seimbang. Rutin berlari atau berolahraga bukan berarti seseorang dapat mengabaikan asupan makanan sehari-hari.

“Jangan sampai orang berpikir, ‘Ah, saya sudah lari, ya sudah saya bebas makan apa saja.’ Enggak juga,” kata Andhika.

Kebutuhan nutrisi juga perlu dipenuhi sesuai kondisi tubuh. Suplemen dapat menjadi pilihan jika ada kebutuhan yang belum tercukupi, tetapi tidak dimaksudkan untuk menggantikan makanan.

“Kalau kita bicara suplementasi, itu sebenarnya tambahan namanya. Jadi, kalau misalnya memang kurang, ya ditambahkan,” ujar Andika.

Penggunaan suplemen sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan. Pastikan produk yang dipilih memiliki izin edar dari BPOM.

3. Memastikan Tidur yang Cukup

Waktu istirahat menjadi faktor penting dalam menjaga kebugaran. Kesibukan pekerjaan dan aktivitas harian kerap membuat waktu tidur berkurang, padahal tubuh membutuhkan istirahat yang memadai.

“Kalau bisa, sebenarnya kita ingin mengejar tujuh jam. Tujuh jam idealnya,” tutur Andika.

Selain tidur yang cukup, kesehatan mental dan kemampuan mengelola stres juga perlu diperhatikan. Menjaga vitalitas bukan hanya soal rutin berolahraga, tetapi juga membangun kebiasaan sehari-hari yang mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan.