JAKARTA, Cobisnis.com – Iran tetap menunjukkan sikap keras untuk memperpanjang konflik meski menghadapi tekanan militer besar dari Amerika Serikat dan Israel.
Pejabat tinggi Iran seperti Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan perang akan terus berlangsung sampai lawan benar-benar menyesali serangan yang telah dilakukan.
Iran juga menuntut perubahan tatanan keamanan baru di kawasan termasuk aturan baru bagi Strait of Hormuz yang menurut Teheran harus memperhatikan kepentingan nasional mereka.
Abbas Araghchi menyatakan jalur pelayaran di Selat Hormuz setelah perang tidak akan kembali seperti sebelumnya dan dapat dikenakan syarat baru.
Meski struktur militer Iran mengalami kerusakan besar, strategi yang digunakan kini berfokus pada perang asimetris dengan menciptakan tekanan ekonomi regional melalui gangguan energi dan pelayaran.
Sejumlah analis menilai langkah itu bertujuan memaksa negara-negara Teluk dan Barat menerima posisi baru Iran dalam keseimbangan politik kawasan.