Iran Keras ke AS: Tak Ada Negosiasi, Perang Berlanjut

Oleh Hidayat Taufik pada 05 Mar 2026, 14:11 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah Iran menyatakan tidak memiliki niat untuk melakukan perundingan dengan Amerika Serikat dan menegaskan kesiapan mereka untuk terus menghadapi konflik yang sedang berlangsung.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh ajudan mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Mohammad Mokhber. Ia mengatakan Iran sudah tidak lagi menaruh kepercayaan kepada Amerika Serikat sehingga tidak ada alasan untuk kembali melakukan negosiasi.

Dalam pernyataannya yang disiarkan televisi pada Rabu (4/3), Mokhber menegaskan bahwa Iran memiliki pengalaman panjang menghadapi peperangan. Ia merujuk pada konflik antara Iran dan Irak pada periode 1980–1988 yang menjadi bukti bahwa negaranya tidak gentar menghadapi situasi perang.

Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sebelumnya menyatakan bahwa serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel tidak akan dibiarkan tanpa balasan.

Serangan yang terjadi pada Sabtu lalu dilaporkan menyasar sejumlah lokasi di Iran, termasuk ibu kota Teheran. Media pemerintah Iran menyebutkan bahwa dalam serangan tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dilaporkan gugur.

Menanggapi serangan itu, Iran kemudian melancarkan serangan balasan berupa rudal yang diarahkan ke wilayah Israel serta beberapa fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

IRGC juga menuduh bahwa serangan AS dan Israel turut menghantam berbagai fasilitas sipil seperti sekolah, rumah sakit, stadion, restoran hingga gedung pernikahan. Mereka menyebut jumlah korban jiwa dari kalangan warga sipil telah mencapai ratusan orang.