Isi Buku Marketing 7.0 akan Dibocorkan di Seminar WOW Brand 2026

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 10 Apr 2026, 17:08 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Buku Marketing 7.0 resmi diperkenalkan sebagai fase baru pemasaran yang menempatkan cara berpikir manusia sebagai pusat strategi di era AI.

Di tengah banjir konten digital dan algoritma yang semakin canggih, banyak brand menghadapi tantangan baru. Mereka terlihat di berbagai platform, namun gagal membangun keterikatan emosional dengan konsumen.

Fenomena ini menjadi dasar lahirnya Marketing 7.0, pendekatan yang tidak lagi hanya mengandalkan data. Fokusnya bergeser pada cara manusia berpikir, merasakan, dan mengambil keputusan.

Konsep ini dirangkum dalam buku Marketing 7.0: A Guide for Thinking Marketers in the Age of AI karya Philip Kotler bersama Hermawan Kartajaya dan Iwan Setiawan, yang dirilis di Amerika Serikat pada 7 April 2026.

Di Indonesia, gagasan ini akan diperkenalkan melalui WOW Brand 2026 pada 16 April 2026. Acara ini menjadi momentum penting untuk membahas arah baru pemasaran.

Mengusung tema “Branding in the Age of AI”, WOW Brand 2026 menyoroti paradoks industri saat ini. Teknologi semakin maju, namun koneksi emosional dengan konsumen justru melemah.

Marketing 7.0 hadir sebagai kelanjutan dari konsep sebelumnya, dengan fokus pada dimensi kognitif. Pendekatan ini menandai pergeseran dari data-driven menjadi mind-centric marketing.

Konsumen tidak lagi dipandang sebagai target, melainkan individu dengan emosi dan pola pikir yang kompleks. Karena itu, pemahaman mendalam menjadi kunci dalam membangun strategi yang relevan.

Konsep seperti cognitive mapping dan cognitive compass diperkenalkan untuk membantu brand memahami perilaku konsumen modern. Selain itu, konsep augmented human menegaskan pentingnya keseimbangan antara teknologi dan sisi manusiawi.

Iwan Setiawan menilai ketergantungan pada AI berisiko mengurangi kemampuan berpikir pemasar. Marketing 7.0 menjadi pengingat bahwa empati dan intuisi tetap menjadi keunggulan manusia.

WOW Brand 2026 akan menghadirkan berbagai diskusi strategis dari pelaku industri. Topiknya mencakup empati, storytelling, hingga pemanfaatan AI dalam pemasaran.

Sejumlah tokoh seperti Yudi Sadono, Irsan Yapto, Norisa, hingga Edward Tirtanata dijadwalkan berbagi perspektif. Diskusi ini diharapkan memberi gambaran nyata praktik branding di era AI.

Acara ini juga menampilkan awarding berbasis WOW Brand Survey dengan 300 brand terpilih dari berbagai industri. Penilaian dilakukan berdasarkan tingkat advokasi konsumen secara nasional.

Selain forum diskusi, WOW Brand menjadi ruang kolaborasi lintas industri. Dalam lima tahun terakhir, ajang ini telah melibatkan ribuan peserta dan pembicara berpengaruh.

Peluncuran Marketing 7.0 menegaskan bahwa masa depan pemasaran tidak hanya soal teknologi. Memahami manusia tetap menjadi kunci utama di tengah dunia yang semakin otomatis.