Jatah LPG 3 Kg Dipotong, ESDM Siapkan CNG dan Kompor Listrik

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 25 Sep 2026, 14:53 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Jatah LPG 3 kilogram untuk 2027 disepakati sebesar 8.000,0 ribu metrik ton atau 8 juta MT. Angka tersebut turun dari usulan pemerintah dalam RAPBN 2027 sebesar 8.945,0 ribu MT.

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ahmad Erani Yustika mengatakan penurunan volume tersebut dipengaruhi sejumlah faktor. Pemerintah mempertimbangkan upaya mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG, ketersediaan pasokan dalam negeri, serta menjaga stabilitas harga.

Meski kuota LPG 3 kg berkurang, pemerintah mulai menyiapkan sejumlah alternatif energi. Salah satunya adalah CNG 3 kg yang saat ini masih dalam tahap pengembangan.

“Kan nanti tahun depan kan sudah mulai ada ini juga kan CNG dan seterusnya,” ujar Erani saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (25/9/2026).

Selain CNG, Kementerian ESDM juga berencana memulai program kompor listrik pada tahun depan. Pemerintah turut mengembangkan jaringan gas di berbagai wilayah Indonesia.

Erani menyebut pembangunan jaringan gas dan transmisi pipa menjadi bagian dari langkah pengembangan infrastruktur energi. Pemerintah juga menyiapkan sejumlah pilihan penggunaan energi untuk masyarakat.

Terkait pengaturan LPG 3 kg dengan volume yang lebih rendah, Erani mengatakan belum ada perubahan secara keseluruhan. Jika kebutuhan di lapangan berada di luar asumsi yang telah ditetapkan, pemerintah akan membahasnya lebih lanjut.

“Kalau pengaturan secara keseluruhan itu kan sudah berjalan sepanjang beberapa tahun terakhir ini kan nggak ada perubahan apa apa. Jadi nanti hal hal yang di luar asumsi itu pasti akan dibahas lebih lanjut,” terangnya.

Pemangkasan kuota tersebut ikut memengaruhi anggaran subsidi energi 2027. Badan Anggaran DPR bersama pemerintah menyepakati subsidi energi sebesar Rp261,50 triliun, turun Rp11,44 triliun dari usulan pemerintah sebesar Rp272,94 triliun.

Untuk subsidi BBM dan LPG tabung 3 kg, anggarannya disepakati sebesar Rp131,39 triliun. Angka tersebut turun Rp11,44 triliun dari usulan awal sebesar Rp142,84 triliun.

Dari jumlah tersebut, subsidi Jenis BBM Tertentu mencapai Rp28,34 triliun, sedangkan subsidi LPG tabung 3 kg sebesar Rp103,05 triliun. Penurunan terutama dipengaruhi berkurangnya volume LPG 3 kg dan JBT Solar.

Volume JBT Solar untuk 2027 disepakati sebesar 19.561,0 ribu kiloliter, sementara LPG 3 kg ditetapkan 8.000,0 ribu MT. Untuk subsidi listrik tahun berjalan, anggarannya tetap sebesar Rp117,84 triliun, ditambah anggaran kurang bayar subsidi listrik 2025 sebesar Rp12,26 triliun.

Sebelumnya, pemerintah juga telah memasukkan pembangunan jaringan gas sebagai salah satu program diversifikasi energi. Ditjen Migas menyebut jargas diarahkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap LPG dengan memanfaatkan gas alam.