JAKARTA, Cobisnis.com - Lanskap keagamaan di Jerman kini berubah besar. Dulu, gereja Kristen menjadi simbol utama di banyak kota. Namun sekarang, banyak gereja mulai sepi.
Sebagian gereja bahkan tutup atau beralih fungsi. Sementara itu, masjid, kuil Hindu, dan sinagoge baru terus bertambah.
Salah satu contoh terlihat di Erlangen. Kota ini menyiapkan pembangunan sinagoge baru di dekat kawasan universitas.
Selain itu, dua masjid utama di kota tersebut juga berencana memperluas bangunan. Pada saat yang sama, komunitas Hindu membeli lahan untuk membangun kuil Shiva-Vishnu.
Pejabat integrasi kota, Silvia Klein, mengatakan perubahan ini menunjukkan masyarakat semakin beragam.
Menurutnya, latar budaya, bahasa, dan agama di kota itu terus berkembang.Komunitas Hindu juga tumbuh cepat. Ribuan mahasiswa asal India kini tinggal di kota tersebut.
Di sisi lain, jumlah anggota gereja Katolik dan Protestan terus menurun. Beberapa tahun lalu, lebih dari separuh warga Jerman mengaku beragama Kristen.
Namun kini, angkanya turun menjadi sekitar 44 persen. Karena itu, banyak gereja kehilangan jemaat.
Selain Kristen, komunitas muslim, Ortodoks, Yahudi, Buddha, dan Hindu terus bertambah. Data resmi menunjukkan jutaan muslim kini tinggal di Jerman.
Sementara itu, komunitas Kristen Ortodoks juga berkembang pesat. Banyak warga pendatang ikut mendorong perubahan ini.
Di Berlin, kuil Hindu terbesar di Jerman dijadwalkan buka pada Juni 2026. Selain itu, sinagoge baru juga hadir di Magdeburg dan Potsdam.
Meski begitu, tidak semua proyek berjalan lancar. Beberapa pembangunan masih menghadapi masalah izin dan penolakan warga.
Fenomena ini menunjukkan wajah baru Jerman. Gereja tradisional makin kosong, sedangkan rumah ibadah komunitas baru terus bermunculan.